Featured Video

Sabtu, 03 September 2011

Rijsbergen: Indonesia Kurang Konsentrasi


DAYLIFE
Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen.
TEHERAN, KOMPAS.com  Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, menilai timnya kehilangan konsentrasi pada babak kedua melawan Iran sehingga akhirnya kalah 0-3 di Stadion Azadi, Teheran, Jumat (2/9/2011). Meski kecewa, pria asal Belanda itu mengaku optimistis timnya masih bisa lolos dari putaran grup.


Indonesia kuat menahan gempuran tuan rumah Iran di babak pertama. Namun, di paruh kedua, kedisiplinan pertahanan Indonesia menurun dan ini harus dibayar mahal dengan tiga gol yang bersarang di gawang Markus Haris Maulana.
"Pada babak pertama anak-anak bermain baik, tetapi secara fisik mereka memang masih belum maksimal. Iran memiliki pemain berpostur tubuh tinggi, tidak heran jika mereka bisa memanfaatkan bola-bola atas. Apalagi secara peringkat dunia, mereka jauh di atas kita," ucap Wim, seperti rilis yang diterima Kompas.com dari media officer timnas.
"Seharusnya pemain bisa lebih konsentrasi. Mereka sudah berusaha keras, sayang memang hasilnya ternyata kurang cukup," jelas mantan Pelatih PSM Makassar tersebut.
Hasil ini membuat Indonesia berada di posisi juru kunci Grup E dengan poin nol. Tim "Garuda" tertinggal satu poin dari Bahrain dan Qatar yang bermain imbang 0-0.
"Pertandingan kandang dan tandang memiliki efek berbeda. Kita di Indonesia punya suporter yang banyak dan luar biasa. Di pertandingan kandanglah nanti kami akan berusaha mencuri poin kemenangan. Jika kami bisa berkoordinasi selama 90 menit dan mampu menahan bola, maka kami memiliki peluang lolos dari grup," tukas Rijsbergen.
Pada laga berikutnya Indonesia akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (6/9/2011). Kemenangan merupakan harga mati guna memperbesar peluang lolos ke babak selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar