Featured Video

Jumat, 11 November 2011

Pasar Talu Ludes Terbakar


KERUGIAN MENCAPAI RP5,6 MILIAR
Belum selesai masalah Maligi, kini Pasaman Barat dirundung duka lagi. Pasar Talu, yang merupakan pusat bisnis masyarakat, ludes terbakar. Kerugian Rp5,6 miliar.

Pasbar, Haluan — Rang Talu berduka. Kebakaran hebat meludeskan pusat Pasar Talu dan sejumlah perkantoran penting. Kebakaran hebat yang terjadi dinihari pukul 01.30 WIB Kamis (10/11) itu, memamah pasar dan sejumlah sarana perkantoran vital. Kini tinggal puing-puing sisa kebakaran.
Langit merah tengah malam. Api berkobar cepat, di tengah lelapan orang tidur. Suasana  berubah menjadi tangis dan pekikan. Masyarakat yang berada di rumah, dan sekitarnya melihat api cepat menyebar. Kesunyian malam nan dingin di Talu berubah jadi bara. Malam jadi panas.  Kecepatan kobaran api, mengalahkan kecepatan petugas.
Pusat pertokoan dan Pasar  Talu ludes tak bersisa. Kerugian terdata sekitar  Rp5,6 miliar.
Setidaknya 59 petak toko, kantor Cabang Kejaksaan Talu, dan Kantor Koramil hanya tingga arang akibat dimamah si jago merah. Satu orang warga mengalami patah tulang.
Bupati Pasaman Barat, H Baha­ruddin R bersama Kapolres AKBP Prabowo Santoso, SIk dan pejabat lainya langsung turun ke lokasi kebakaran malam itu juga.
Bupati juga ikut berduka dengan kebakaran itu. Ia langsung memberi komando petugas untuk memberikan pertolongan dan penyelamatan terha­dap warga malam itu juga dengan sigap dan cepat. Bupati  meminta masyarakat agar sabar dan tabah menerima cobaan dari Allah ini.
“Pemerintah daerah akan berupa­ya meringankan beban korban kebakaran,” katanya.
Dua mobil pemadam kebakaran Pasaman Barat ditambah satu unit mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari Lubuk Sikaping, Pasaman turun ke lokasi mema­damkan api, tapi dengan kencang, api  terus memamah rumah warga, pasar dan sarana perkantoran.
Seorang ibu  bernama Syahmai­nar (52) janda beranak tiga kini dirawat di rumah sakit Islam Ibnu Sina Simpang Empat, karena menga­lami patah tangan. Korban bersama dua orang anaknya selamat. Ketika api sedang berkobar Syahmai­nar  melompat dari rumahnya yang bertingkat dua.
Korban Syahmainar hanya bisa menyelamatkan dirinya, sementara toko, dan satu unit sepeda motor berserta isinya habis dilahap si gulambai.
“Hanya baju dibadanlah inilah yang bisa kami bawa,” kata Syah­mainar dengan mata lembab menahan sedih.
Baharuddin R menyebutkan kebakaran hebat terjadi diduga karena konsleting arus pendek listrik sehingga memakan seluruh toko warga dan kantor. Mayoritas isi rumah warga tidak bisa diselamatkan dari kobaran api, suasana memang betul-betul panik.
Malam itu tampak Bupati bersa­ma warganya sembari menenangkan menenangkan ratusan warga yang tidak punya rumah lagi. Hiruk pikuk bunyi serine memekakkan telinga dini hari itu seperti menyayat duka lebih dalam lagi.
Gedungt Kantor Cabang Kejak­saan Negeri Talu yang tersisa hanya kendaraan dinas bersama orner karyawan. Sedangkan berkas perkara, komputer dan isi kantor itu ludes. Bahkan mobil tahanan Kijang  plat merah Nopol BA 2714 D yang tidak dipakai lagi, juga ikut terbakar bagian depannya dan pintu. Selain itu juga truk barang bukti dengan nomor polisi BG 4856 AE juga dijilat sijago merah.
Kepala Kejaksaan Negeri Simpang Empat, Herry kepada Haluan membenarkan kantornya terbakar. Ia meminta kepada pegawai kejak­saan untuk menyisir yang tersisa. “Untuk sementara pegawai berkantor dulu di Kejaksaan Negeri Simpang Empat,” kata Herry.
Sama dengan Kantor Koramil Talu yang juga ikut dimamah si jago merah. Kini kantor tersebut tidak bisa dipakai lagi. Menurut informasi, isi kantor dan dokumen-dokumen banyak yang bisa diselamatnya. Hanya kantor saja yang dimamah sijago merah, Dandim 0305 Pasaman malam itu tampak turun meninjau kantor tersebut.
Kepala Dinas PU Pasaman Barat Ir Sumpeno dan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Asgiarman, SH, M.Si., kepada Haluan mengatakan, kerugian sementara diperkirakan sementara sekitar Rp5,6 miliar. Kerugian ini dihitung baru dari segi fisik toko dan kantor yang terbakar, belum lagi isinya.
“Kita segera dalam waktu dekat kita akan menghitung secara rinci berapa kerugian warga akibat dari kebakaran hebat ini,” kata Asgiarman.
Bantuan Darurat
Baharuddin R sejak dini hari sampai pagi kemarin terus mene­nangkan warga korban kebakaran. Bupati menaiki mobil penerangan Humas Setda Pasbar dan berkeliling di sekitar lokasi kebakaran dan menghimbau warga dengan pengeras suara agar tenang dan berkumpul di gedung.
Korban dikumpulkan di salah satu gedung yang berada di depan Mapolsek Talu. Bupati lansung menurunkan bantuan berupa beras 1 ton, ditambah supermi 200 kardus.
Kemudian warga mendirikan sejumlah tenda dan dapur umum tempat memasak dan menampung para korban kebakaran. Dari 59 petak toko itu dihuni sedikitnya 200 jiwa. Korban betul-betul mengalami trauma, dan panik karena musibah kebakaran tersebut.
“Kami minta kepada korban agar bersabar dan tabah dalam mengha­dapi cobaan ini. Dan mari kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, pemerintah daerah Pasbar akan berusaha semaksimal mungkin untuk meringankan beban para korban kebakaran,” ajak Bupati.
Talu yang Terkenal
Dari data sejarah, Talu adalah negeri terkenal ke seantero Nusantara. Orang Talu banyak yang sukses di luar. Masyarakatnya perantau, bahkan sempai ke Negeri Sembilan Malaysia. Talu negeri legendaris yang indah dan unik, alamnya. Bahkan era pemerintahan sebelum kemer­dekaan dan pascakemerdekaan, pernah menjadi pusat pemerintah ibukota Kabupaten Pasaman sebe­lum pindah ke Lubuk Sikaping.
Hawa sejuk nan dingin menja­dikan  warga Talu terkenal dengan orang pekerja keras dan ulet, sehingga banyak dikenal berhasil di dunia luar. Rang Talu terkenal dengan lantunan lagu musisi legendaris Minangkabau Elly Kasim. (h/nir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar