Featured Video

Minggu, 08 Januari 2012

DHARMASRAYA BERGERAK DARI MODAL RP15 MILIAR


Ditulis oleh Teguh   

DHARMASRAYA, Masa delapan tahun Kabupaten Dharmasraya sudah banyak kemajuan yang diperoleh. Daerah ini awalnya hanya digerakkan dengan modal dana Rp15 miliar, maka tahun 2012 ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pada awal pemekaran dengan Pejabat Bupati pertama  H.Ahmad Munawar (alm), hanya dengan dana Rp15 miliar Kabupaten Dharmasraya berjalan, tahun 2012 ini APBD Dharmasraya sudah mencapai Rp557 miliar,” kata Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan dalam Sidang Paripurna Istimewa memperingati HUT Dharmasraya ke-8, Sabtu (7/1).
Sidang tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Dharmasraya H.Rudy Hartono dan dihadiri Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten I Setprov Bidang Pemerintahan H.Febri Erizon,SH, Bupati Dhar­masraya H.Adi Gunawan, Wabup H.Syafruddin R, Wakil Ketua DPRD Rahmanizar dan Budy Sanjaya, tokoh masyarakat M.Sayuti Dt.Rajo Pangulu, Kepala SKPD serta unda­ngan lainnya. Menurut Adi Gunawan, dari APBD yang berjumlah Rp557 milira itu, 54 persen digunakan untuk belanja publik dan 46 persen lagi untuk belanja pegawai.
Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2011 mencapai Rp34 miliar. Tahun ini ditargetkan Rp45 miliar. “Mudah-mudahan tercapai,”harap bupati.
Selain itu, kualitas pendidikan terus ditingkatkan, seiring pening­katan kualitas tenaga pengajar. Begitu juga masalah kesehatan yaitu peningkatan pelayanan kese­hatan terhadap masyarakat. Se­dang­kan untuk masalah ke-PU-an terus melakukan peningkatan infrastruktur jalan. Mulai tahun 2011, Pemkab Dharmasraya ber­sama DPRD banyak meng­ang­garkan perbaikan jalan usaha tani atau anggaran-anggaran yang langsung menyentuh masyarakat.
Delapan tahun berjalan peme­rintahan Dharmasraya, kata Adi Gunawan, sudah berjalan dengan efektif. Terbukti sudah dapat melayani masyarakat secara opti­mal, meski ada beberapa keku­rangan. Hal itu tidak terlepas dari kekurangan fasilitas yang ada di kabupaten hasil pemekaran ini. Dharmasraya sudah meraih penye­lenggara otonomi terbaik dan pelayanan publik terbaik.
Introspeksi Diri
Gubernur Sumbar diwakili Aisten I Febri Erizon pada kesem­patan tersebut mengemukakan, jadikan momentum HUT Dhar­masraya ke-8 sebagai ajang untuk  mengintrospeksi diri. Perlu dijawab dengan jujur, apakah pelayanan publik sudah benar-benar diberikan dengan baik kepada masyarakat, karena pelayanan publik merupakan salah satu nilai dasar bagi masya­rakat terhadap pemerintah.
Ia merasa bangga apabila Kabupaten Dharmasraya lebih maju dari daerah lainnya sesama pemekaran yang terlahir dari UU No 38 tahun 2004.
Apalagi  dapat jauh lebih maju dari kabupaten yang lain yang lebih tua umurnya. Daerah ini punya modal dasar yang kuat karena kaya dengan potensi alamnya. “Tinggal lagi bagaimana memenej daerah ini lebih maju,” ujarnya.
Di sisi lain sambutan, Tokoh Masyarakat Dharmasraya yang diwakili oleh M.Sayuti Dt.Rajo Pangulu yang juga Ketua LKAAM Sumbar, mengharapkan, agar pemimpin Dharmasraya menjadi pemimpin yang terhormat, apabila pemimpin itu dapat memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang ingin berusaha dan berjuang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Sebagai ninik mamak Dhar­masraya ia berharap jangan sampai ada lagi pejabat Dharmasraya tersangkut masalah hukum gara-gara tanah, karena masalah tanah kembalikan kepada hukum adat dan hukum yang ada di peme­rintahan RI ini.
Segala masukan yang diberikan diterima dengan baik oleh Bupati Adi Gunawan. Bahkan dia me­nyampaikan rasa bangganya kepada tokoh-tokoh masyarakat yang sudah memberikan masukan yang mem­bangun kepada pemerintah Dhar­masraya.
Tanpa adanya kritikan, katanya, maka Bupati dan Wabup Dhar­masraya beserta jajarannya tidak dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat.
(h/mdi)haluan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar