Featured Video

Rabu, 18 Januari 2012

KELOK 9 DIBUKA APRIL


PADANG, Peresmian jalan layang Kelok 9 yang semula direncanakan akhir tahun 2011 lalu oleh Presiden RI, diundur hingga Desember 2013. Pembangunannya dituntaskan dulu hingga selesai tahap II yang menelan dana sekitar Rp187 miliar pada tahun anggaran 2012.

Namun jalan ini akan dibuka untuk umum  dan dapat digunakan pada April mendatang, setelah dilakukan uji kelaikan pada jembatan dan jalannya yang baru selesai dibangun sesuai UU Lalu Lintas, baik uji teknis maupun uji kontruksi.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang Sumbar Suprapt, usai meninjau kelanjutan pembangunan jalan Layang Kelok 9 Selasa (18/1), menyebutkan, pembangunannya secara keseluruhan hampir rampung atau sekitar 70 persen.
Direncanakan, pada April mendatang sudah dapat dilalui dan terbuka untuk umum. Saat ini, sesuai ketentuannya jalan dan jembatan yang baru selesai dibangun harus menjalani uji kelaikan terlebih dulu yang dilakukan Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Perhubungan dan juga kepolisian.
“Kita akan operasikan Kelok 9 ini setelah Tim Teknis yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Prasjal Tarkim dan Dinas Perhubungan selesai melakukan uji kelaikannya,” kata Irwan Prayitno yang juga didampingi sejumlah pejabat lainnya diantaranya Kepala Dinas PSDA Ali Musri, Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan, Kabiro Humas Surya Budhi.
Karena itu pula, kata Suprapto, rencana peresmian oleh Presiden RI pada akhir tahun 2011 lalu batal dilaksanakan. Namun Pem­prov Sumbar sudah merencanakan untuk meresmikan pemakaiannya setelah tahap II selesai, tepatnya pada Desember 2012 mendatang.
Kelok 9 ini memiliki peran sangat strageis, menghubungkan Sumbar dengan provinsi tetanga Riau. Kehadirannya dapat memacu pertumbuhan ekonomi Sumbar. Pada pembangunan tahap II, akan dituntaskan jembatan sepanjang 250 meter, jalan 1 kilometer.
Sebelum meninjau Kelok 9, Irwan dan rombongan juga menin­jau Batang Lakin. Sungai ini beberapa menyebabkan terjadinya galodo yang menghancurkan peru­mahan masyarakat dan merusak pertanian.
“Kita mengalokasikan anggaran pada APBD Provinsi sebesar Rp9,3 miliar untuk membuat cek dam penahan air. Insya Allah cek dam dengan lebar 30 meter, panjang 400 meter dan mampu menampung 120 ribu meter kubik sedimen ini selesai tahun 2013,” katanya. (h/vie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar