Featured Video

Rabu, 28 Maret 2012

DPR DIHUJANI BATU, 35 ORANG DITANGKAP


DEMO TOLAK KENAIKAN BBM
Gedung DPR-RI dihujani batu. Sementara di Gambir demonstran bakuhantam dengan aparat kepolisian, 35 orang ditangkap.
JAKARTA,  Aksi demo menolak ke­naikan harga BBM meng­guncang Jakarta dan sejum­lah kota di tanah air, Selasa (27/3). Dekat stasiun Gam­bir, aksi unjuk rasa mahasiswa berujung ba­kuhantam dengan aparat kepolisian. Di Makas­sar, demo diwarnai aksi penyer­buan ke restoran McDonald yang dianggap antek kapi­talis dan neoliberal.

Ratusan pendemo di depan gedung DPR RI, ber­hasil merangsek mendekati pintu gerbang utama DPR setelah merusak kawat-kawat berduri yang dipasang polisi.
Pendemo yang terdiri dari 20 elemen didominasi para buruh itu bahkan berhasil menggeser-geser pintu gerbang utama dari pagar besi itu.
Begitu pintu gerbang sedikit terbuka, pendemo mencoba menero­bos masuk. Kaget dengan aksi demonstran yang dengan mudah melumpuhkan kawat berduri, polisi langsung menghalau massa agar tak masuk ke dalam area gedung DPR. Kendati ditingkahi perintah koordinator aksi dengan pengeras suara yang minta massa mundur, hujan batu pun tidak terhindarkan. Ratusan pendemo melemparkan batu ke arah polisi yang tidak bertameng. Ketika hujan batu semakin deras, polisi memilih mundur dan digantikan barisan polisi lainnya yang sudah menggu­nakan helm, pentungan, dan tameng. Maka yang terjadi kemudian saling dorong dan menggoyang-goyang pagar pintu utama gedung parlemen itu.
Dalam aksi ini, massa juga memasang baliho berukuran besar dengan foto mantan Presiden Soe­karno. Di baliho itu, tertulis ‘Laskar Rakyat; Tolak Kenaikan Harga BBM’. Selain itu, mereka juga membawa berbagai poster yang bertuliskan penolakan rencana kenaikan BBM.Dalam orasinya, demonstran menolak kenaikan harga BBM yang mulai diberla­kukan per 1 April. Menurut mereka RAPBN 2012 disusun berdasarkan kepen­tingan kaum neolib dan pasar bebas, bukan atas kepentingan rakyat.
Di dekat stasiun Gambir, aksi unjuk rasa mahasiswa menolak rencana kenaikan harga BBM, Selasa sore, berujung bakuhantam dengan aparat kepolisian. Semula, lebih seribuan mahasiswa tersebut sejatinya akan menuju Istana Kepresidenan dan melakukan aksi gabung di sana, namun langkah mereka terhadang barikade aparat kepolisian.
Meskipun sempat diguyur hujan, massa tetap berkumpul berhadap-hadapan dengan polisi. Mereka terus menyanyikan lagu perjuangan sambil memajukan barisan mereka sedikit demi sedikit.
Suasana semakin ramai ketika sejumlah besar mahasiswa datang dan bergabung dengan mahasiswa yang lain. Sekitar pukul 15.30, barisan mahasiswa semakin mende­kati barikade polisi. Entah siapa yang memulai aksi dorong men­dorong pun terjadi disusul dengan lemparan kayu ke arah polisi. Maka, bukan hanya saling dorong, baku­hantam pun tak terhindarkan lagi. Tidak lama gas air mata ditem­bakkan ke arah mahasiswa untuk membubarkan massa.
Belasan mahasiswa dilaporkan menjadi korban bentrokan ini. Setidaknya lima ambulance mela­rikan para korban ke RS terdekat, RS Cipto Mangkusumo dan RSPAD Jakarta. “Itu baru data korban sementara. Masih ada beberapa mahasiswa lain yang ditangkap, datanya belum terkonfirmasi. Dan ada beberapa korban luka yang juga dirawat di RSPAD,” kata Apik, salah satu kordinator lapangan aksi dari UBK di RSCM, Selasa malam.
Sementara itu, pihak kepolisian mengklaim peserta aksi sore sudah ditangkap 35 orang dan telah diamankan di Polda Metro Jaya.
Polisi menyatakan bentrok yang terjadi disebabkan olah mahasiswa yang terlebih dulu melakukan provakasi dengan melempar bom molotov ke arah anggota Polisi. “Sekelompok massa yang kita curigai mau menuju Istana, lalu kami sweeping, kemudian mereka nolak malah provokasi dengan melempar Bom molotov ke arah Dalmas,” ujar Kabid Humas Polda Metrojaya, Kombes Rikwanto usai apel Selasa malam di Lapangan Silang Monas, Jakarta.
Mengenai adanya dugaan tinda­kan polisi yang menembakkan peluru karet. Rikwanto buru-buru membantah. “Soal penembakan tidak ada, kami hanya gunakan gas air mata,” katanya
Pihak kepolisian juga mengklaim lima orang polisi juga mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu dan kayu dari demonstran.
Tak hanya mahasiswa, warta­wan juga menjadi korban . Insiden itu bermula ketika Adi Hertanto seorang wartawan dari tvone , dikejar-kejar lalu dipukuli oleh aparat kepolisian karena tidak diperbolehkan mengambil gambar aksi demonstrasi yang sempat ricuh di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Untungnya sejumlah wartawan lain ikut membantu menye­lamat­kan yang kemudian Adi dibebaskan kembali. “Tadi saya ngerecord terus semua kejadian bentrok, tiba-tiba kaset diambil sama polisi,” kata Adi. Akibat kejadian itu, antara wartawan dengan aparat kepolisian pun sempat memanas dan beberapa kali mengalami keributan.
Ricuh di Makassar
Aksi mahasiswa menolak penai­kan harga BBM di Makassar, Selasa kemarin, juga berlangsung ricuh. Aksi diwarnai dengan lempar batu yang dibalas dengan tembakan gas air mata oleh polisi.
Unjukr asa yang berlangsung di beberapa tempat di Makassar diwarnai keributan. Seperti di depan kampus Universitas Negeri Makas­sar (UNM) Jalan A P Pettarani, depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan (sulsel) Jalan Urip Sumi­harjo dan di depan kampus Uni­versitas Islam Negeri (UIN) Jalan Sultan Alauddin.
Di depan kantor Gubernur Sulsel, sekitar 500-an mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang awalnya berunjukrasa di bawah jembatan flyover, menuju kantor Gubernur. Di sana, maha­siswa memaksa masuk untuk bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Massa meru­sak pintu gerbang kantor gubernur. Massa memaksa hingga ke dalam, namun di hadang oleh pasukan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) dan Dalmas.
Setelah melakukan negosiasi, perwakilan dari pemerintah yakni Kepala Kesatuan Kebangsaan (Kesbang) Tau Toto Tanaranggina, memberikan arahan, tiba-tiba dari arah belakang terjadi lemparan yang menyulut keributan.
Mahasiswa kemudian dipukul mundur oleh polisi. Tak terima, mahasiswa balas melempari polisi dan wartawan yang sedang meliput. Tak ayal lagi, polisi menghalau dengan tembakan gas air mata ke arah mahasiswa. Selain itu, lonta­ran water cannon juga diarahkan ke mahasiswa yang mulai anarkis.
Peristiwa ini berlangsung sekitar sejam lamanya. Hingga akhirnya, dua mobil rantis dan dua mobil water cannon memukul mundur mahasiswa. Aksi mereka akhirnya dibubarkan. Polisi menggiring mahasiswa kembali ke kampusnya.
Aksi a menolak menaikkan harga BBM di Makassar juga diwarnai penyerbuan ke dalam restoran cepat saji McDonald. Ratusan mahasiswa dari Uni­versitas Islam Negeri Alauddin masuk ke restoran yang berada di Jalan Sultan Alauddin itu.
Hadangan polisi dan pegawai McDonald tidak mampu meng­halangi para pendemo melompat ke atas meja kasir lalu berorasi. Dalam orasinya mereka menuding restoran cepat saji ini bagian dari neolib yang memperburuk sistem perekonomian di Indonesia.
Tak Terusik
Rusuh demo antikenaikan harga BBM di Jakarta dan sejumlah daerah, ternyata tak mengusik selera pasar modal. Investor tetap berbelanja saham. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terus naik.
Pada perdagangan dan IHSG, Selasa kemarin, ditutup naik 47,68 poin (1,18%) ke level 4.079,38. Sebanyak 179 saham naik i, 78 saham turun, dan 95 saham stag­nan. Indeks LQ45 ditutup naik 1,27% ke level 703,97, sedang JII naik 1,34% ke level 576,62. Volume perdagangan pada penutupan sebanyak 3,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,89 triliun. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp498,04 miliar. Penguatan indeks seiring penguatan bursa regional dan global. (h/dn/vvn/inh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar