Featured Video

Rabu, 28 Maret 2012

Giliran Para Mahasiswa Dikeroyok Warga


KOMPAS.com/ Anton Abdul KarimSeorang mahasiswa peserta demo di Ternate menjadi bulan-bulanan warga karena dianggap membuat keonaran, Rabu (28/3/2012).


 Aksi mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Ternate, Rabu (28/3/2012) berakhir ricuh. Puluhan mahasiswa dikeroyok dan menjadi bulan-bulanan warga kampung setempat. Akibatnya, puluhan mahasiswa mengalami luka serius.


Hingga sore waktu setempat, ketegangan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian belum juga reda. Ini karena sebagian mahasiswa dipukul mundur petugas polisi dari kawasan Bandara Babullah Ternate di Akehuda Ternate Utara, hingga di pusat perbelanjaan Gamalam, Ternate Tengah.

Di pusat perbelanjaan, sejumlah pemilik pertokoan memilih menutup tokonya. Warga di pusat kota sempat panik atas kericuhan tersebut. Aksi kejar-kejaran antara petugas polisi dan mahasiswa di sepanjang jalan mengundang perhatian warga. Sebagian warga lantas memanfaatkannya dengan mengeroyok mahasiswa yang tertangkap, karena terpisah dari rombongannya.

Di sepanjang jalan, mulai dari Kelurahan Tafure Ternate Utara hingga pusat perbelanjaan Gamalam Ternate Tengah, nampak semrawut. Sampah berserakan di sepanjang jalan. Banyak mahasiswa yang dikeroyok. Banyak pula yang ditangkap polisi. Data Polres Ternate menyebutkan 13 mahasiswa mengalami luka-luka serta duapuluh tujuh diantaranya ditangkap dan diamankan di Mapolres Ternate.

Korban juga dialami petugas kepolisian. Beberapa polisi mengalami luka-luka akibat kena lemparan batu. Ada pula petugas polisi yang sempat dikeroyok mahasiswa.

Sebelumnya, aksi mahasiswa ini juga mendapat perlawan dari masyarakat adat Kesultanan Ternate. Masyarakat adat sempat menghadang mahasiswa yang hendak ke bandara, bergabung dengan kelompok mahasiswa lainnya. Mahasisa dipukuli dan diusir agar tidak menggelar aksi di seputaran Kesultanan Ternate.

Kelompok mahasiswa lainnya, sebelumnya juga sempat memblokir salah satu SPBU di Ternate Selatan. Aksi ini sempat mengganggu aktivitas pengisian minyak di SPBU tersebut. Beruntung, aksi ini tidak berlangsung lama.

Buntut dari kericuhan itu, tiga bulah mobil milik petugas keamanan dirusak mahasiswa. Termasuk juga beberapa mobil berplat hitam dipecahkan kacanya. Fasilitas umum di sepanjang jalan juga turut dihancurkan. Termasuk fasilitas Bandara Babullah Ternate seperti lampu landasan dan pagar pembatas.

Kericuhan akhirnya reda ketika petugas polisi berhasil memukul mundur mahasiswa. Dengan sendirinya massa membubarkan diri lantaran dikerja petugas polisi. Meski sempat membuat ketegangan di tengah warga saat terjadi kericuhan, namun kondisi kambtibmas di Kota Ternate kembali normal usai kejadian. Warga pada umumnya beraktivitas seperti biasa setelah terjadi kericuhan.
http://regional.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar