Featured Video

Rabu, 28 Maret 2012

PSK Kelas Atas Gelar Mogok Seks Nasional


AFP
Orang-orang berunjuk rasa di Valencia, Spanyol tenggara, pada Februari lalu. Mereka memprotes pengangguran yang merajalela, langkah-langkah penghematan yang mencekik dan reformasi UU ketenagakerjaan yang baru.


 Perempuan panggilan kelas atas Spanyol menolak untuk berhubungan seks dengan para bankir negara itu. Aksi mereka akan stop jika para bankir membuka keran kredit untuk keluarga dan perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.


Para pekerja seks untuk pria hidung belang kelas atas itu mengatakan, aksi mogok mereka akan berlanjut sampai para pegawai bank memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan mulai menawarkan pinjaman yang lebih besar bagi warga Spanyol yang tengah bergulat menghadapi krisis ekonomi. Para bankir yang licik berusaha menghindari protes itu dengan mengaku sebagai arsitek atau insinyur, kata para pekerja seks itu seperti dikutip Mail Online, Selasa (27/3/2012).

Namun, aksi ini "tidak akan menipu siapa pun" karena, sebagaima diungkapkan salah seorang perempuan pekerja seks itu, "Sudah bertahun-tahun sejak para profesional itu mampu membayar tarif yang dimulai dari 300 euro (Rp 3,6 juta) per jam."

Asosiasi perdagangan pekerja seks kelas atas terbesar di ibu kota itu, yang dilaporkan telah memulai aksi mogok itu, mengatakan, "Kami satu-satunya yang punya kemampuan nyata untuk menekan sektor ini. Kami sudah melakukan aksi mogok selama tiga hari hingga sekarang dan kami tidak berpikir bahwa mereka bisa tahan lebih lama lagi," kata seorang perempuan yang dikenal sebagai Ana MG.

Dikatakan bahwa gerakan itu muncul setelah salah seorang anggota asosiasi itu, Lucia, menghentikan "layanan seksualnya" bagi seorang klien yang adalah pegawai bank guna menekan klien itu untuk memberikan pinjaman.

Situs web Meksiko, SDPnoticias.com, yang digandeng Russia Today dalam menyiarkan sejumlah berita yang telah diklaim sebagai sebuah "tipuan" itu melaporkan bahwa para bankir menjadi sedemikian putus asa sehingga mereka memanggil pemerintah untuk memediasi.

Aksi mogok para pekerja seks itu terjadi saat Spanyol diperkirakan akan dilanda pemogokan umum pada Kamis besok untuk memprotes angka pengangguran yang tinggi dan perubahan undang-undang ketenagakerjaan yang memungkinkan perusahaan untuk memberhentikan para pekerjanya dengan kompensasi yang lebih ringan.

Layanan kereta api, bus, dan lalu lintas udara akan sangat terbatas karena serikat pekerja, yang mewakili satu dari lima pekerja Spanyol, setuju untuk hanya mempertahankan layanan transportasi minimum. Hal itu berarti hanya ada 20 persen penerbangan antara bandara Spanyol dan bandara Eropa lainnya.

Reformasi pasar tenaga kerja pemerintah merupakan yang terbaru dalam serangkaian langkah yang telah diambil Spanyol dua tahun terakhir untuk membuat ekonomi lebih kompetitif. Keraguan tentang keuangan Spanyol telah mendorong pinjaman negara meningkat dan memaksa pemerintah untuk secara drastis memangkas pengeluaran demi mengurangi defisit.

Pada saat yang sama, angka pengangguran melejit hingga mencapai angka 23 persen dan ekonomi negara sedang menuju ke resesi kedua dalam tiga tahun terakhir.

Aksi mogok umum tahun 2010 hanya punya dampak yang terbatas, terutama pada transportasi dan manufaktur, tetapi aksi mogok minggu ini bisa membawa dampak lebih besar karena tingkat pengangguran telah meningkat secara signifikan. Selain itu, tahun 2010 kaum Sosialis yang berkuasa. Sekarang yang berkuasa adalah Partai Rakyat yang berhaluan moderat. Secara tradisional, serikat pekerja memiliki aliansi politik dengan kaum Sosialis sehingga protes bisa lebih diredam pada masa pemerintahan Sosialis.

Di sebuah negara di mana orang sangat bergantung pada transportasi umum untuk pergi ke tempat kerja, serikat pekerja bergantung pada penghentian layanan transportasi untuk mendapatkan dampak maksimal dari sebuah aksi mogok.
http://internasional.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar