Featured Video

Rabu, 16 Mei 2012

Cinta Ditolak Racun Bertindak


Elmianto (31), warga Bungo Pasang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pessel, diduga tewas setelah minum racun serangga. Korban diperkirakan putus asa karena  cintanya ditolak  seorang ibu rumah tangga beranak dua Fitri (27). Aksi nekat korban terjadi Senin( 14/5) sekitar jam 16,30 WIB.

Informasi yang diperoleh Haluan dari keterangan masyarakat menyebutkan, korban nekat bunuh diri setelah cintanya tidak mendapat respon dari wanita pujaan hatinya. Tanpa berpikir panjang, korban lalu merencanakan aksi bunuh diri dengan disak­sikan langsung oleh  wanita idaman hatinya tersebut.
Sebelumnya,  korban mengajak Fitri untuk bertemu guna membi­carakan sesuatu. Merasa takut ajakan korban diketahui suami Fitri bernama  Ujang (34), maka pertemuan digelar disebuah lokasi di dekat  bendungan PLTA Salido Ketek yang berjarak sekitar 3 km dari kediaman Fitri.
Korban yang masih lajang tersebut  secara  diam-diam rupanya menaruh perasaan sejak awal perjumpaannya dengan Fitri, sekitar 5 bulan lalu.  Padahal korban tahu bahwa Fitri telah memiliki dua orang anak, yaitu Bram (3) dan Feby (7). Semua itu ternyata tidak menyurutkan niatnya untuk mencintai Fitri.
Di Mapolsek IV Jurai Pessel Fitri menerangkan bahwa ia tidak mencintai korban. Apalagi ia  telah punya suami serta dikaruniai dua orang anak. Meskipun suami Fitri hanya berprofesi sebagai tukang dengan pendapatan pas-pasan,  namun Fitri mengaku sangat mencintai suaminya itu.
Kejadian ini berawal ketika Fitri menerima SMS yang berisikan ajakan dari korban bertemu di pasar Painan. Jika tidak dipenuhi, korban  mengan­cam nekat akan datang ke rumah Fitri. Tentu saja ia takut dan cemas jika hal ini diketahui oleh suaminya. Akhirnya permintaan korban dengan berat hari terpaksa dipenuhi Fitri.
Setelah kedua insan ini bertemu,  korban meminta agar Fitri menemuinya disebuah bendungan di Salido Ketek untuk menyam­paikan permintaannya yang terakhir. Per­mintaan tersebut disanggupi  Fitri.
“Dalam pertemuan tersebut  korban duduk   agak berjauhan dari saya. Tanpa saya duga, dia tiba-tiba meneguk racun serangga  yang sudah dibawanya dalam sebuah botol. Tidak lama setelah minum racun tersebut, korban langsung  tergeletak dengan kondisi mulut berbusa,” urai Fitri.
Fitri tidak mengetahui   racun serangga yang diminum korban. Karena setelah me­minumnya, botolnya langsung dilempar ke dalam sungai dekat bendungan. Kejadian tersebut  lalu diberitahukan  Fitri kepada warga  yang berada dekat dengan Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Korban yang mulutnya berbuih racun serangga tersebut tewas pada saat masyarakat hendak memberikan pertolongan
Kapolres Pessel AKBP Hariyanto Syafrudin melalui Kapolsek IV Jurai Pessel AKP Asrul Can membenarkan kasus ini murni bunuh diri,  karena sesuai hasil pemeriksaaan dan visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasaan di tubuh korban (h/mjn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar