Featured Video

Sabtu, 02 Juni 2012

Putri salju tangguh dalam "Snow White and the Huntsman"


Film "Snow White and the Huntsman" sudah diputar di Inggris pada 30 Mei dan Jerman pada 31 Mei 2012.(wikipedia.org





INI ADALAH CERITA KEHIDUPAN MELAWAN KEMATIAN
Putri Salju atau Snow White yang cantik dan lemah dalam dongeng karya Grimm Bersaudara tidak muncul dalam film "Snow White and the Huntsman." 

Sebaliknya, film ini menghadirkan sosok seorang putri tangguh yang berjuang melawan kejahatan.

Sutradara Rupert Sanders (Halo 3) masih menampilkan unsur-unsur klasik dalam cerita aslinya seperti apel, cermin dan ratu jahat, tapi dia menambahkan pertempuran dalam film tersebut.

"Kami membuat pertempuran massal dan pemberontakan sehingga cerita menjadi lebih besar dan tantangan lebih tinggi, ini adalah cerita kehidupan melawan kematian," kata Rupert dalam informasi produksi secara tertulis.

Film itu bercerita tentang Snow White (Kristen Stewart, pemeran Bella dalam "Twilight Saga") yang menjalani masa kecilnya sebagai putri kerajaan penuh kebahagiaan hingga ibunya meninggal dunia.

Sang ayah, Raja Magnus (Noah Huntley), yang sangat sedih karena kepergian istrinya sedikit terhibur setelah bertemu dengan seorang perempuan cantik yang ia bebaskan dari pasukan misterius.

Perempuan itu akhirnya menjadi istri Raja Magnus, namun pada malam pertama mereka, si perempuan malah membunuh raja dan membawa pasukan untuk mengambil alih kerajaan.

Dia kemudian mengangkat dirinya sebagai ratu yaitu Ratu Ravenna (Charlize Theron, pemenang Academy Award dalam film "Monster") yang membawa pengaruh kegelapan kepada kerajaan.

Snow White pun kemudian harus menerima kenyataan bahwa sebagai ahli waris kerajaan ia dikurung di menara yang gelap.

Sang ratu yang haus kekuasaan dan kecantikan selalu bertanya kepada cermin kesayangannya tentang siapa yang tercantik di dunia.

"Cermin..cermin..siapakah perempuan tercantik di dunia?" tanya Ratu Ravenna.

Si Cermin pun menjawab bahwa sang ratulah perempuan tercantik di dunia dengan menambahkan pertanyaan "Apakah pengambilalihan kerajaan itu menjadi akhir dari pencarian kekuasaan dan kecantikan?"

Melalui film ini sang sutradara tampaknya tidak hanya ingin menampilkan cerita dalam kemasan yang berbeda, namun juga menunjukkan nilai-nilai moral mengenai kehidupan dan kematian melalui sosok Ratu Ravenna.

"Cerita putri salju menolong kita untuk memahami moralitas dan mengajarkan agar tidak tenggelam dalam iri hati serta dendam karena dua hal tersebut akan menghentikan kehidupan manusia," kata Rupert.


Pengaruh gelap

Rupert menggambarkan pengaruh gelap kekuasaan Ratu Ravenna dengan kehidupan rakyat yang penuh kesusahan, sampai mereka harus berebut susu bekas pemandian sang ratu.

Sementara rakyat kerajaannya hidup penuh derita, sang ratu yang terobsesi dengan kecantikan berusaha tetap muda dengan cara-cara tercela, mengambil kemudaan gadis-gadis di kerajaan dengan kekuatan mistis.

"Bila Ratu mengambil jantung Snow White maka kecantikan Ratu akan abadi dan tidak akan pernah pudar," kata sang Cermin.

Setelah mendengar pernyataan itu Ratu menugaskan adik sekaligus tangan kanannya, Finn (Sam Spruell), untuk mengambil Snow White dari menara. Tapi Snow White berhasil meloloskan diri dari kurungan dan kabur sampai ke hutan gelap.

Ratu tidak punya kekuatan mistis di hutan tersebut sehingga harus mencari orang yang sebelumnya pernah masuk dan keluar hidup-hidup dari hutan yang menyeramkan itu.

Finn berhasil menemukan pemburu bernama Eric (Chris Hemsworth, pemeran Thor dalam film "Thor") untuk membawa kembali Snow White dengan janji imbalan.

Si pemburu yang tidak tahu siapa sebenarnya Snow White melaksanakan perintah Ratu dan dengan mudah menemukan Snow White.

Saat ditemukan Snow White memohon agar tidak diserahkan kepada Ratu dan minta diantar ke rumah bangsawan kepercayaan ayahnya semasa hidup yaitu Duke Hammond (Vincent Regan) dan anaknya William Hammond (Sam Clafin), teman masa kecil Snow White.

Sang pemburu akhirnya berbalik menolong Snow White dan memulai petualangan untuk lolos dari pengejaran pasukan Finn.

Mereka kemudian sampai di perkampungan yang seluruhnya terdiri atas perempuan karena kaum laki-laki harus berperang dan juga bertemu para kurcaci, unsur yang juga hadir dalam dongeng Grimm Bersaudara.

Ada delapan kurcaci penambang emas dalam film tersebut, berbeda dengan cerita asli yang berjumlah tujuh orang.

Para kurcaci yang dipimpin oleh Beith (Ian McShane) percaya bahwa Snow White akan memulihkan keadaan kerajaan dan mengantar Snow White dan pemburu kepada rumah para peri yang disebut "Sanctuary", tempat kedamaian hadir.

Sayang kedamaian mereka tidak berlangsung lama karena pasukan Finn kembali menemukan mereka dan menewaskan salah satu kurcaci meski akhirnya Finn berhasil dikalahkan.

Snow White, pemburu, tujuh kurcaci dan William yang tadinya menyamar dalam pasukan Finn kemudian melanjutkan perjalanan ke kediaman Duke Hammond.

Sayangnya di tengah perjalanan Ratu Ravenna dengan kekuatannya membuat perangkap jahat dan membuat Snow White memakan apel beracun. Snow White pun terlihat meninggal. Dengan kecewa pemburu dan William membawa "jasad" Snow White ke kediaman Duke Hammon.

"Snow White dalam film ini menjadi inkarnasi seorang pahlawan, ia mirip Luke Skywalker dalam film 'Star Wars' tapi dalam versi perempuan sehingga menunjukkan perlawanan yang keras namun juga melibatkan emosi," kata Rupert.

Rupert mewujudkan sosok Snow White tersebut dengan bantuan penulis skenario Evan Daugherty dan produser film "Alice in the Wonderland", Joe Roth, yang juga memimpin Roth Film sebagai rumah produksi film ini.

Urusan kostum diserahkan kepada Colleen Atwood, pemenang Academy Award untuk film "Alice in Wonderland", "Memoirs of a Geisha" dan "Chicago."

Penikmat film di Amerika Serikat dan negara lain termasuk Indonesia bisa menyaksikan sosok putri salju tangguh dalam film beranggaran 170 juta dolar AS ini mulai 1 Juni 2012. 
(D017)

(ANT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar