Featured Video

Minggu, 16 September 2012

DEGRADASI MORAL KIAN MEMPRIHATINKAN-Padang


 Majelis Ta’lim Indonesia (MTI) Kecamatan Padang Barat Kota Padang mengelar acara zikir bersama, di pelataran jalan Lapas Kelas II Muaro Padang, Sabtu (1/9).
Zikir diadakan untuk menyi­kapi berbagai peristiwa dan fe­nomena atau masalah sosial yang terjadi di Kota Padang, yang dilihat sebagai bentuk lemahnya ke­imanan umat kepada Allah SWT.

Acara zikir bersama itu me­ngang­kat tema “Mempertebal Keimanan dan Ketaqwaan Kepa­da Allah SWT Dalam Mengha­dapi Berbagai Ujian, Memper­kuat Ukhuwah serta Meningkat­kan Peranan Islam Yang Rah­matan Lil Alamin”.
Dalam acara ini dihadiri antara lain oleh Sekda Pemko Padang Drs. Emzalmi, M.Si, Kepala Lapas Kelas IIA Padang Drs. Elly Yuzar, MH, Camat Padang Barat Amsarul, SH, Lurah Berok Nipah Adramsyah, Ketua MTI Kecamatan Padang Barat Nurmima Awal dan masya­rakat luas.
Ketua MTI Kecamatan Pa­dang Barat, Nurmima Awal mengatakan kebesaran kekuasa­an Allah SWT hingga saat ini masih melindungi segenap mas­ya­rakat kota Padang. Namun berbagai bencana masih mengan­cam di Kota Padang. Peringatan Allah SWT harus menjadikan manusia tidak lemah dan lupa diri serta tetap bersikap dan berprilaku sesuai yang diridhoi Allah SWT.
“Peristiwa dan fenomena degradasi akhlak dan budaya hingga sat ini masih mengancam di tengah masyarakat, akibat semakin rendahnya landasan tauhid dan tergerusnya pondasi pemahaman dan penguatan nilai-nilai agama. Hal tersebut menim­bulkan peluang munculnya penga­ruh gerakan radikalisme, teroris­me dan gerakan menyimpang lainnya.” kata Nurmima.
Kondisi tersebut yang men­dorong MTI Kecamatan Padang Barat bekerja sama dengan Forum Masyarakat Peduli Sum­bar mengajak semua unsur lapisan umat Islam untuk me­man­jatkan doa dan zikir bersama memohon agar Sumbar tetap dalam lindungan Allah SWT, lanjutnya didampingi Wenny Ratih Sekretaris MTI Kec. Pa­dang Barat.
Dalam sambutannya, Sekda Pemko Padang Emzalmi mene­gas­kan, kegiatan zikir bersama ini diharapkan tidak hanya sekedar bentuk kegiatan sere­monial semata, melainkan harus dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan, baik di lingkungan sendiri, maupun dalam konteks lingkungan yang lebih luas.
“Kegiatan zikir bersama ini sangat positif dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan memperkuat ukhuwah Islamiyah yang Rahmatan Lil Alamin” ujar Emzalmi.
Dalam tausiyah zikir bersa­ma, Ust. H. Ikhdinas Sirotol Mustaqim menerangkan bahwa Allah SWT, menjamin kesela­matan bagi seluruh umat, apabila kita sebagai manusia sadar bahwasanya berasal dari segumpal darah yang diciptakan oleh Allah, sehingga kita harus kembali ke fitrah menjalani kewajiban kita sebagai umat Allah SWT.
Menurut ustadz yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar, jaminan keselamatan yang diberikan oleh Allah SWT ada dalam konsep QS. Yasin ayat 58. Selain itu, ayat pertama dalam QS. Yasin ditafsirkan bahwa Allah yang mengerti, memahami dan mengetahui tujuan yang terkandung dalam QS. Yasin. Namun sebagian ada yang menafsirkan berasal dari kata “Yaa Insanun” yang berarti “Wahai manusia sadarlah kamu akan kemanusiaanmu”.  

sumbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar