Featured Video

Minggu, 16 September 2012

Futsal dan Gulat Catat Sejarah


Wakil Bupati Inhil, Romsman Malomi mengalungkan medali emas kepada atlet futsal

















Lima hari jelang berakhirnya Pekan Olah­raga Nasional (PON) XV­III, Riau 2012, secara per­la­han pun­di-pundi medali emas Sum­bar mu­lai mengalir. Sejauh ini, kon­­tingen Tuah Sakato su­dah me­ngan­tongi tujuh me­dali emas.

Ke­ma­rin (15/9), kon­tingen ke­ba­ng­­ga­an Minangkabau kem­­bali me­nambah dua medali emas. Dua medali emas ter­se­but ma­sing-masingnya diraih lewat cabang futsal dan cabang gulat.


Tambahan medali emas ini me­lengkapi keberhasilan se­belumnya. Patricia Yosita Hapsari melalui cabang renang menjadi penyumbang medali emas paling banyak. Ia menyumbangkan emas melalui nomor 100 meter gaya bebas, 200 meter gaya bebas, dan 50 meter gaya bebas. Lalu, Iwan Samurai dari cabang bi­naraga kelas 70 kg, dan Martinel Prihastuti dari cabang karate yang turun pada nomor kumite kelas -50 kg. Khusus cabang futsal, ke­ber­hasilan ini jelas mempunyai makna tersendiri. Soalnya, tak gampang menyingkirkan DKI Jakarta di partai puncak dengan skor telak 6-2 dalam laga yang di­mainkan, di GOR Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/9).

“Ya, kami bersukur pada tuhan dan berterima kasih atas doa yang telah dikirimkan mas­ya­rakat Sumbar, sehingga kami berhasil jadi yang terbaik,” kata Manajer Futsal Yasman Yanusar, kepada Padang Ekspres, kemarin (15/9).

Keberhasilan itu sekaligus mem­buktikan apa yang telah dijanjikan tim besutan Syarianto Rusli kepada publik Ranah Mi­nang. Kemenangan itu pun lang­sung disambut suka cita oleh seluruh atlet, pelatih, official, dan para perantau Minang yang menonton langsung pertan­di­ngan tersebut.

“Tentunya itu sesuatu yang membanggakan dan membuat olahraga ini bisa lebih ber­kem­bang lagi di Sumbar,” ungkap Syaf­rianto Rusli, yang juga man­tan pelatih Semen Padang FC.

Dalam pertandingan final ke­marin sore, Yudhi Fatra men­jadi bintang lapangan. Se­bab ,dia mampu memborong em­pat dari enam gol Sumbar ke ga­wang DKI Jakarta. Gol-gol tersebut tercipta pada 22 menit babak pertama. Di mulai dari menit ke-9, lalu Yudhi menggandakan keunggulan Sumbar pada menit 11. Berselang delapan menit kemudian, Yudhi dia pun mem­buat gol ketiga untuk Sumbar. Dan gol terakhirnya tercipta pada menit 22. Sumbar pun unggul empat gol tanpa balas.

Empat menit berselang DKI Jakarta mampu mencuri gol dan mengubah kedudukan menjadi 4-1, setelah Khairul Saleh mam­pu mebobol gawang Sumbar. Dua menit berikutnya DKI kem­bali memperkecil keteringgalan me­njadi 4-2. Kali ini, Matulessi yang membobol gawang Randy Satria dkk. Meskipun demikian dua gol Randy pada menit 38 dan 40, membuat para pemain DKI tak lagi bisa berkutik.

Emas Pertama Setelah Tiga Kali PON

Sukses itu juga diikuti ca­ba­ng gulat. Dari target dua medali emas di PON kali ini, sudah terealisasikan satu emas di hari ketiga sejak cabang tersebut mulai dipertandingkan.
Prestasi penuh gengsi dito­reh­kan Feri Anwar yang turun pada kelas 120 kg gaya bebas. Staf PT Semen Padang tersebut ber­hasil mengantongi ke­me­na­ngan sempurna di laga final setelah unggul dari  pegulat Jambi, Edi Widodo.

Feri berhasil mengukir pres­tasi itu setelah melalui per­jua­ngan panjang dan melelahkan. Sebelumnya, Feri unggul mutlak 3-0 atas pegulat DKI Jakarta, Lut­fhi Azhar. Hasil itu mem­buatnya melenggang ke semifinal dan bertemu pegulat Papua Barat, Isak Musa A dan me­ma­tahkan perlawannya poin mak­simal 3-0.

Hasil ini juga sejarah bagi dunia gulat Minangkabau. Pa­sal­nya, ini adalah emas pertama yang diraih Sumbar setelah pada tiga kali PON sebelumnya, Sum­bar tidak pernah men­yum­ba­ng­kan emas.
Feri pun tidak dapat men­jawab panjang lebar setelah larut dalam kegembiraan mendalam. “Yang jelas ini suatu yang luar biasa dan membanggakan,” jawabnya singkat, lalu pergi berbagi bahagia dengan sanak ke­luarganya yang hadir me­nonton pertandingan tersebut.

Sayangnya pada hari yang sama, satu pegulat Sumbar telah ter­lebih dahulu mengalami kegagalan. Pegulat putri Sumbar Rahmadhona Putri yang turun di kelas 51 kg kalah pada babak penyisihan awal. Dia takluk dari pegulat asal Jatim Sulis Yuliani dengan kalah angka 3-1.

Sekretari Daerah Pemrpov Sumbar Ali Asmar yang juga menonton pertandingan ter­se­but dari awal, menyebutkan apa yang didapat gulat sudah meru­pakan sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Artinya, sebut mantan Sekko Pa­dang­panjang itu, gulat Sumbar sudah mulai bangkit dari tidur pan­jangnya. “Ini namanya se­buah kemajuan. Mudah-mu­dahan bisa memberi inspitasi dan motivasi bagi cabang lainnya yang masih bertanding dan masih ber­peluang meraih emas pada PON ini,” ungkapnya.

Taekwondo Sumbang Perak

Pada cabang taekwondo, taekwondoin andalan Sumbar Fitria Handayani yang ditar­getkan meraih emas, harus mengakui ketangguhan taek­won­doin Jawa Tengah Fransisca pada final kelas under 46 Kg. Pada pertarungan yang berla­ng­sung di PKM UIN, Pekanbaru, Sabtu (15/9) itu, Fitria menyerah 0-9 dari Fransisca.

Pelatih tim Taekwondo Sum­­bar, Budi Ilyas me­nye­but­kan, kemampuan Fransisca memang lebih baik dari Fitria. Hanya saja, sambung Budi, sebelum PON berlangsung pi­hak­nya sudah pernah mem­protes kehadiran Fransisca di PON dengan fasilitas wild card. Namun, Fransisca tetap bisa tampil menyusul keputusan BAORI.

“Sebelumnya, Fransisca tak dapat ikut PON. Namun dengan wild card, ia bisa tampil. Jika saja Fransisca tak tampil, saya yakin medali emas ada di tangan Fitria dan karena itu kami berani pasang target 1 emas kepada KONI,” kata Budi.

Dalam partai final itu, me­mang terlihat kemampuan Fitria di bawah Fransisca. Fit, sapaan akrab taekwondoin Sumbar itu, beberapa kali coba menyerang, tapi selalu gagal. Sementara Fransisca di babak pertama yang tampil lebih tenang, justru langsung me­mimpin dengan skor 3-0.

Di babak kedua, Fransisca mulai leluasa. Ia tak lagi me­ngincar tubuh Fitria tapi lang­sung menyasar kepalanya. Hasilnya, saat Fitria hendak menyerang, sebuah tendangan kaki kiri Fransisca, melekat ke kepala Fitria dan skor berubah otomatis menjadi 6-0. Hal serupa juga terjadi di babak ketiga yang menyebabkan Fran­sisca unggul 9-0. (cip)

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar