Featured Video

Kamis, 08 Januari 2015

Teknologi "Charging Kencang" Jadi Inovasi Terbaik


-
 Baterai padasmartphone tak ubahnya tanki bensin pada mobil. Semakin besar kapasitasnya, semakin lamasmartphone bisa menyala, tapi semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai.


Nah, pabrikan gadget asal Tiongkok, Oppo, menciptakan teknologi untuk mempercepat proses pengisian baterai smartphone. Teknologi bernama VOOC Rapid Charge itulah yang membawa Oppo meraih salah satu penghargaan inovasi gadget terbaik 2014 pilihan Phone Arena.

Sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Rabu (7/1/2014), VOOC Rapid Charge dinilai berhasil mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai dengan signifikan.

Phone Arena mencontohkan Oppo Find 7a dengan teknologi VOOC Rapid Charge yang tertanam di dalamnya sanggup mengisi 75 persen baterai berkapasitas 2.800 mAh hanya dalam waktu setengah jam. Baterai bisa terisi penuh dalam waktu satu jam saja.

Sebagai perbandingan, ponselflagship lain, seperti LG G3 dan Galaxy S5 membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengisi penuh baterai masing-masing.

Pengisian cepat VOOC Rapid Charge mengandalkan charger dengan arus sebesar 4,5 ampere. Meski dua kali lebih besar dibandingkan charger milik smartphone lain, arus itu tidak merusak ponsel dan baterai yang dilindungi sirkuit khusus.

Begini Cara Kerja Charge Cepat ala Oppo


Oppo
Perbedaan adapter antara VOOC Rapid Charge dan VOOC Mini
Oppo R5 dilengkapi sebuah solusi pengisian daya cepat yang dinamakan VOOC Rapid Charge. Dengan menggunakan teknologi tersebut, Oppo mengklaim para pengguna perangkat ini dapat mengisi 75 persen kapasitas baterai hanya dalam waktu 30 menit.

Pertanyaannya, bagaimanakah sebenarnya cara kerja dari teknologi VOOC Rapid Charge ini? Menurut Oppo, VOOC Rapid Charge dikendalikan oleh sebuah chip MCU. Chip tersebut dibenamkan di sebuah adapter.

MCU ini ditugaskan untuk mengontrol konversi dan tegangan arus listrik yang masuk. Nantinya, jika sesuai dengan syarat pengisian cepat, VOOC Rapid Charge dapat diaktifkan. Selain di adapter, MCU juga menjalankan pengendalian yang sama pada output tegangan arus listrik ke kabel data, port USB pada perangkat, dan sel baterai.

Untuk keamanannya sendiri, pada bagian perangkat juga ditanamkan sumbu proteksi. Apabila terjadi tegangan arus tidak normal, sumbu ini akan putus dan pengisian daya langsung berhenti secara fisik.

Teknologi VOOC Rapid Charge yang ada di Oppo R5 sendiri sebenarnya sudah masuk ke generasi kedua. Pada generasi yang lebih baru ini, Oppo berhasil membuat adapter yang lebih kecil, tetapi diklaim tetap dapat mengisi daya baterai secepat VOOC pertama. Teknologi teranyar, yang disebut VOOC mini, ini memiliki adapter yang lebih kecil, yaitu 32 mm berbanding 60 mm.

Oppo mengklaim membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mengembangkan VOOC Rapid Charge baru ini. Waktu tersebut digunakan untuk merancang ulang komponen pengisian daya dari baterai, port USB, kabel data, adapter, dan sirkuit pengisian daya.k