Featured Video

Minggu, 01 Maret 2015

Salah Usir: O'Shea Bikin Pelanggaran, Brown yang Dapat Kartu Merah

(screenshot BeIn Sports)
Insiden salah usir terjadi pada laga Manchester United vs Sunderland. Pada laga tersebut, John O'Shea membuat pelanggaran di dalam kotak penalti, namun malah Wes Brown yang mendapat kartu merah.

Pada laga yang dihelat di Old Traffordtersebut, Sabtu (28/2), United sempat kesulitan untuk menembus pertahanan Sunderland. Namun, sebuah insiden di babak kedua membuka jalan mereka untuk meraih kemenangan.

Sebuah serangan dibangun oleh United dari sisi kanan, umpan dari Antonio Valencia diterima oleh Radamel Falcao di dalam kotak penalti. Ketika itu, Falcao sedang dikawal ketat oleh O'Shea dan Brown.

Kedua mantan bek United tersebut kemudian tampak menjatuhkan Falcao. Namun, dari siaran ulang, terlihat bahwa Falcao terjatuh setelah diganjal oleh O'Shea. Wasit Roger East pun langsung menunjuk titik putih.

Tidak hanya itu, East juga meniup peluit lagi dan memanggil salah seorang pemain untuk diberikan kartu merah. Tak dinyana, pemain itu bukanlah O'Shea, melainkan Brown.

Brown tentu saja heran dengan keputusan East. Begitu juga dengan pemain-pemain Sunderland lainnya. Namun, tak ada protes berlebihan dari Brown. Seraya geleng-geleng kepala, dia langsung meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.



"Saya pikir, Anda bisa melihat lebih baik ketimbang saya yang duduk di bench. Para pemain melakukan protes karena merasa wasit mengusir pemain yang salah," ujar manajer United, Louis van Gaal, seperti dilansir BBC.

"Itu memang salah. Tapi, kita semua pernah salah, termasuk saya. Itu biasa terjadi," kata manajer asal Belanda ini.

Insiden salah usir ini bukan kejadian pertama di Premier League. Pada musim 2013/2014, wasit Andre Marriner pernah salah membedakan antara Alex Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs.

Pada laga melawan Chelsea, Chamberlain bersalah lantaran melakukan handball untuk menghalau bola tepat di muka gawang. Namun, Marriner malah mengusir keluar Gibbs.

Tentu, Chamberlain tidak tinggal diam. Tak ingin sang rekan diusir, dia langsung mengaku bersalah kepada sang pengadil. Tetapi, Marriner tetap pada keputusannya.d