Featured Video

Jumat, 20 November 2015

Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017, Wantimpres Berikan 'Rambu-rambu' Pelaksanaannya



Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017, Wantimpres Berikan Rambu-rambu Pelaksanaannya

Tahun 2017 mendatang, Indonesia berniat menjadi tuan rumah salah satu seri balap motor MotoGP. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dillibatkan dalam hal ini. Apa perannya?


Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa menjelaskan, keterlibatan lembaganya dalam rencana ini tidak secara langsung. Wantimpres hanya mengarahkan dan memberikan 'rambu-rambu' agar perhelatan akbar ini bisa terlaksana dengan baik, mengingat akan melibatkan pihak swasta dan pemerintah.

"Jadi posisinya (Wantimpres), kami memberikan dukungan karena ini terkait dengan semua kementerian dan kemudian juga terkait dengan kantor kepresidenan. Kami tidak terlibat secara eksekutif tetapi memberikan gagasan dan rambu-rambu supaya tidak keliru karena posisi dari penyelenggaraan ini agak sedikit berbeda dengan penyelenggaraan kegiatan olahraga lainnya," jelas Suharso Monoarfa di Kantor Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Suharso menjelaskan, rencana ajang MotoGP di Indonesia nanti akan menggunakan sirkuit internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat yang merupakan milik swasta. Sementara, ajang ini turut membawa nama negara.

[Baca Juga: Incar Tuan Rumah MotoGP 2017, Sirkuit Sentul Mulai Direnovasi Awal Desember]

"Sirkuit itu milik swasta, milik Tinton (Suprapto), tetapi penyelenggaran ini membawa nama negara. Organisasinya di dunia pun organisasi independen, tapi kemudian diselenggarakan secara internasional dari kota ke kota, negara ke negara di seluruh dunia," papar Suharso.

Dia juga menjelaskan, kegiatan lomba balapan ini akan berdampak besar bagi Indonesia, terutama di sisi ekonomi dan pariwisata.

"Kita melihat manfaatnya saja dari penyelenggaraan ini, terutama manfaat ekonomi bagi Indonesia dan juga manfaat sosial lainnya. Dengan terselenggaranya ini, setidak-tidaknya Indonesia juga akan dikenal lebih luas dan ada kesempatan bagi kita memperkenalkan Indonesia khususnya ada jalur wisata yang bisa kita kenalkan pada dunia. Dan melalui ini kita bisa sampaikan ke dunia, Indonesia pantas untuk menyelenggarakan yang seperti ini," jelasnya.

Dia juga berharap, nantinya tak hanya MotoGP saja yang terselenggara di Indonesia.

"Siapa tahu ini akan juga diikuti dengan lomba sejenis seperti F1. Dan negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura sudah melakukannya dan sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia dan dengan anggota G20 dengan magnitud ekonomi yang cukup besar, kita adalah negara ke 16 dari 20 negara itu dengan GDP terbesar. Itu alasan-alasan kita kenapa kita tepat dalam hal semacam ini," katanya.

"Ini sama sekali di mata kami tidak konsumtif. Justru memberi peluang ekonomi yang cukup besar," imbuhnya.

Selanjutnya, Wantimpres bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan PT Sarana Sirkuitindo Utama sebagai pengelola Sirkuit Sentul akan membahas lebih jauh mengenai payung hukum kegiatan ini. Kementerian terkait seperti Kemenpora dan Kementerian Pariwsisata juga akan dilibatkan.

"Hari ini kami membahas kemungkinan peluang bagaimanagood governance dari penyeleggaraan ini agar sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. Supaya semua yang terlibat itu tidak keliru, tidak salah. Jadi kementerian atau swasta dan dengan demikin swatsa yang ikut bantu penyelenggaarn ini merasa bahwa kegiatan ini didukung oleh pemerintah," jelasnya.