Featured Video

Kamis, 10 Desember 2015

Yahudi Militan yang Percaya Kebenaran Alquran

Muslim dan Yahudi
Muslim dan Yahudi
Sebelum memutuskan masuk Islam, Musa Caplan menjalani hidup sebagai seorang Yahudi. Sedari kecil, Musa sudah dekat dengan tradisi Yahudi.
Musa menempuh pendidikan di sekolah Yahudi ortodoks, beribadah di sinagog dan tinggal di tengah komunitas Yahudi di Amerika Serikat.


Musa sudah sangat terbiasa dengan lingkungan Yahudi. Ia bahkan tidak memiliki satu pun teman non-Yahudi. Namun, sejak setahun yang lalu ia mulai berkomunikasi lewat dunia maya dan menemukan teman-teman dari berbagai kalangan termasuk Muslim.

Musa membuka diri dan memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mempelajari agama-agama lain. Ia memberikan perhatian yang khusus terhadap agama Islam.  Lantaran mengakui nabi-nabi yang sama, moral dan nilai-nilai yang serupa, serta yang paling penting menyembah Tuhan yang sama.

Muslim dan Yahudi
Muslim dan Yahudi

Merefleksi Ajaran Yahudi dan Islam

Meskipun tahu banyak tentang Islam, Musa tidak bisa memungkiri bahwa dulunya ia juga memiliki kesalahpahaman tentang Islam. Saat mendalami ajaran Yahudi dan agama Islam, Musa menemukan banyak kelemahan dalam agamanya sendiri.

Dalam Kitab Perjanjian Lama, Musa mendapati Nabi Harun melakukan dosa yang paling buruk, yaitu membuat berhala. "Bagaimana mungkin seorang nabi besar melakukan salah satu dari tiga dosa yang begitu besar?" kata Musa seperti dilansir Arab News.

Akhirnya, Musa menyadari bahwa Perjanjian Lama telah berubah selama bertahun-tahun seperti apa yang tertulis di dalam Alquran. Faktor lainnya yang membawa Musa menjadi seorang mualaf adalah kebenaran ilmiah yang ditulis dalam Alquran.

Muslim dan Yahudi
Kaligrafi Allah

Membaca Alquran dengan Hati

Melalui Alquran, Allah SWT menceritakan tentang penciptaan manusia, gunung-gunung, atmosfer, dan makhluk lainnya.
Ketika mempelajari Alquran, Musa menyarankan agar membaca dan mempelajarinya sendiri dari hati. "Semoga Allah membimbing kita semua untuk kebenaran seperti Allah menuntun saya.
Ash-hadu an la ilaha illa Allah, wa ash-hadu anna Muhammad rasulu Allah!" tutupnya.R