Featured Video

Selasa, 22 Maret 2016

4 Tahun Lagi Teknologi 5G Bisa Menghubungkan Semua

5G


Meski sering kali digadang-gadang sebagai penghubung antar manusia yang lebih murah dan cepat, namun sering kali pengguna internet mengalami hal yang memsuingkan. Panggilan yang terputus maupun koneksi telepon pintar (smartphone) yang bermasalah dapat membuat orang jengkel. 
Tak hanya itu, koneksi nirkabel yang buruk bahkan membuat mobil otonom atau self-driving car yang saat ini sedang dikembangkan bisa terjun sendiri ke dalam jurang. Hal ini pun mendorong para ahli untuk berkompetisi untuk membangun jaringan nirkabel 5G, yang pengaktifannya secara massal dijadwalkan pada tahun 2020. 

Koneksi internet yang andal menjadi sangat vital untuk peningkatan berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini telah menjadi kebutuhan dasar bagi rumah tangga seperti halnya jaringan pipa air minum dan kabel listrik, menurut laporan dari 10 Hot Consumer Trends 2016, yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab, mewakili lebih dari 1 miliar orang dari 24 negara. 
Laporan Ericsson menunjukkan bahwa 55 persen pengguna smartphone percaya dalam lima tahun ke depan, rumah mereka akan tertanam sensor yang dapat mencari kesalahan konstruksi,  kebocoran air dan masalah listrik. 
Bahkan jaringan 4G tercepat dan paling canggih di dunia pun tidak terbukti di masa mendatang bisa menangani arus deras data nirkabel yang dipakai secara bersamaan oleh orang, perangkat dan mesin, demikian menurut Aicha Evans, vice president of the Intel Communication and Devices Group. "Akan ada 50 miliar benda pada jaringan, termasuk manusia, perangkat, mesin, pada tahun 2020 nanti, dan itu akan meledak jumlahnya," kata Evans. 
Untuk menjaga nasib dunia digital dari ledakan dalam makna sesungguhnya, Evans memastikan jaringan nirkabel masa depan akan jauh lebih cerdas, efisien dan kapabel dibandingkan dengan jaringan 4G tercanggih saat ini.  Evans sedang merancang inovasi komputer dan komunikasi baru yang memanfaatkan jaringan seluler yang ada dan teknologi nirkabel - seperti 3G, 4G dan Wi-Fi - sambil meningkatkan kecepatan transmisi data hingga 10 gigabit per detik. 
"Ketika kita berbicara tentang 5G, kita harus mengambil dalam konteks evolusi jaringan dari 2G untuk suara, 3G untuk data dan 4G untuk ledakan data dan video streaming," katanya. 
Evans mengatakan bahwa 5G sedang dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna di masa depan. Teknologi ini akan menangani 7 miliar orang atau lebih dan hampir lima kali dari jumlah perangkat (talking machine) pada saat yang sama yang terhubung melalui teknologi yang tak terlihat di udara. 
Ini akan memberi pengguna kontrol atas pengalaman yang kaya atas media, seperti memilih perspektif kamera khusus pada tayangan olahraga langsung. Ini akan menguatkan Internet of Things, memungkinkan mobil otonom, peralatan rumah pintar dan mesin manufaktur untuk berkomunikasi dan berfungsi  dengan sedikit atau tanpa perantaraan manusia. 
"Ketika Anda mulai berpikir tentang mesin pada  jaringan untuk aplikasi industri, hiburan atau untuk kota pintar (smart city), jaringan tentunya akan membutuhkan cara yang lebih efisien, cara cerdas dalam menangani koneksi dan benar-benar memilih rute terbaik untuk aplikasi tertentu," katanya 
Saat ini, sebagian besar komunikasi nirkabel berjalan pada transmisi single-mode. Misalnya, perintah suara untuk smartphone yang menghasilkan pencarian Internet atau perintah memulai kembali panggilan telepon.  Dengan teknologi 5G, Evans mengatakan bahwa komunikasi nirkabel akan menjadi interaktif, dinamis dan responsif dengan menyalurkan masuk dan keluar pada jaringan yang ada, yang dapat menyesuaikan untuk memberikan pengalaman terbaik untuk setiap perangkat tertentu. 
Hal yang memerlukan beberapa detik, menit atau bahkan berhari-hari untuk diunggah atau dikirimkan sekarang ini, akan disampaikan dalam milidetik ketika teknologi 5G menjadi tersedia, menurut Evans. "Kami berpikir bahwa ini akan menjadi fondasi dari gelombang ekonomi modern berikutnya karena akan ada banyak data ada di sekitar kita," katanya. r