Featured Video

Senin, 20 Juni 2011

CATATAN TDS 2011-Haluan Padang


Helat besar berkaliber internasional yang  meli­batkan 17 negara, Tour De Singkarak, usai sudah. Tak percuma tim utusan nega­ra Timur Tengah Iran jauh-jauh datang ke Sumatera Barat. Kecepatan, keta­hanan dan kekuatan fisik para atlet  ini  men­do­minasi perolehan medali di setiap etape.Pembalap Iran berhak me­nyandang  gelar juara umum TDS 2011 dan sejumlah gelar juara lainnya.
Ini untuk yang ketiga kalinya Iran menjadi juara umum. Sejak awal pelaksanaan TDS tahun 2009, 2010 dan terakhir 2011, Iran selalu juara umum.  Sebelumnya Gader Mizbani asal Tabriz Petrochemical Cycling Team, menjadi juara umum TdS 2009 dan 2010. Karena mengalami cedera Gader Mizbani absen di TDS 2011, ia digantikan  Amir Zargari. Amir Zargari dari tim Azad University,  tak me­nyiakan-nyiakan kesempatan ini, ia menyabet gelar juara umum TDS tahun ini.
Sayangnya pembalap asal Sumatera Barat, tuan rumah TDS, belum mencuat ke permukaan. Termasuk untuk kategori pembalap Indonesia atau peraih Red dan White Jersey. Juara umum untuk kategori ini diraih Agung Alisyahbana (Prima Utama) disusul Hari Fitrianto (Prima Utama) dan peringkat ketiga, oleh Tonton Susanto (Prima Utama).
Semoga tahun depan muncul nama juara dari Sumatera Barat. Hal itu bukan tak mungkin, di arena balap sepeda nama atlet Sumbar pernah mencuat ke tingkat internasional. Malah nama Sumbar mencuat melalui pembalap wanita, yaitu Nurhayati.
TDS 2011 diliput oleh 60 media, baik cetak maupun elektronik. Mereka berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Alhamdulillah hal ini membuat nama Sumatera Barat terangkat ke permukaan. Di berbagai media cetak dan elektronik, baik dalam maupun luar negeri berita TDS mendapat prioritas. Sesuai target, kegiatan TDS terekspos secara luas, termasuk keindahan alam Sumatera Barat. Kita berharap dampak ekspose ini segera menjadi nyata, peluang ekonomi Sumatera Barat menjadi terbuka.
Namun sebaliknya perlu dipersiapkan untuk menyambut peluang yang mulai terbuka. Dari pengamatan kasat mata jelas terlihat bahwa kita masih kekurangan fasilitas penginapan untuk menampung atlet, tim official, wartawan atau wisatawan yang ikut datang meramaikan iven TDS. Sejumlah kota batal dijadikan tempat finish atau atau start TDS karena minim fasilitas penginapan.
Bagi pengelola hotel hal ini merupakan tantangan untuk melengkapi fasilitas hotel mereka dan memperbaiki kualitas pelayanan hotel. Bagi masyarakat, hal ini juga bisa merupakan sebuah peluang untuk menyediakan home stay. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di daerah kita banyak rumah tak berpenghuni karena ditinggal merantau oleh pemiliknya. Rumah-rumah tak berpenghuni Ini berpeluang ditata dan dilengkap  fasilitasnya sehingga layak jadi home stay. Kenapa tidak?
Hal lain yang terasa kurang adalah souvenir. Di sejumlah ujung etape, sejumlah pembalap dan pengunjung tampak berputar-putar, melongok ke sana-sini. Ternyata mereka mencari souvenir khas daerah setempat yang akan mereka bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Padahal banyak sekali souvenir dan oleh-oleh khas Sumatera Barat yang bisa dipajang di ujung etape/ tempat peristirahatan. Baik berupa kuliner, maupun berupa kerajinan tangan khas Sumatera Barat. Namun hal itu masih belum terlihat terkelola secara baik. Bagitu juga acara kesesian dan budaya daerah, bisa disingkronkan dengan acara TDS.
Hal lain yang mendapat perhatian adalah masalah kemacetan dan gangguan lalulintas. Hal ini memang tak bisa dihindari. Seperti kata Menteri Kebuadayaan dan Pariwisata Jero Wacik, masalah ini adalah sedikit pengorbanan dari masyarakat untuk kebaikan di masa datang.
Untuk masa datang masalah kemacetan bisa diatasi dengan mengatur jalur-jalur alternatif, sehingga meski perjalanan agak terganggu, tetapi masyarakat masih punya pilihan alternatif untu menghindari kemacetan. Cara kedua adalah mensosialisakan rencana jalur dan waktu pelaksanaan TDS di daerah masing-masing daerah sehingga masyarakat bisa mengatur dan merencanakan waktu perjalanan mereka agar terhindar dari kemacetan.
Secara umum banyak pihak menilai TDS 2011 berlangsung sukses. Terimakasih atas dukungan semua lapisan masyarakat, jajaran Polda dan TNI, Bupati dan Walikota, Dinas terkait dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya iven ini. Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, masih ada kelemahan di sana-sini. Mohon maaf atas semua itu, mari sama-sama kita perbaiki agar TDS yang akan berlangsung bulan Juni 2012 berlangsung lebih baik, lebih meriah lagi dan makin banyak dampaknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga!, ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar