Featured Video

Sabtu, 06 Agustus 2011

Penyelesaian Istano Basa Tertunda


BATUSANGKAR, HALUAN — Demi menjaga  kualitas bangunan, DPRD Sumatera Barat men­dukung pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Penegasan tersebut diungkapkan pimpinan rombongan Kunker Komisi IV,  Asli Chaidir menanggapi ekspose Bupati  M. Shadiq Pasadigoe selaku Ketua III Pembangunan Istano, Kamis (5/8) kemaren di Pagaruyung.

“Meskipun terjadi beberapa kali gagal tender, sebagaimana dilaporkan bupati, kondisi tersebut mungkin lebih baik dari pada dipaksakan tetapi menghasilkan sesuatu yang tidak diharapkan,” lanjut Asli Chaidir.
Bupati M Shadiq Pasadigoe di hadapan  14 anggota Komisi IV DPRD Sumbar dan sejumlah Kepala SKPD Pemprov Sumbar  lainnya menga­takan, Rp3,5 miliar dana dari Pemprov Sumbar telah dialokasikan untuk pelunasan pekerjaan fisik kepada PT Grafos.
Dikatakan, pelaksanaan tender pekerjaan fisik fasilitas penunjang Istano dengan hasil gagal tender karena tidak tercukupinya sejumlah persyaratan. Sekarang sedang dalam proses tender ulang.
Sulitnya mendapatkan bahan kayu yang memiliki kualitas baik menjadi kendala dalam menyelesaikan pembangunan Istano Pagaruyung. Padahal, saat upacara Batagak Tonggak Tuo, Menteri Kehutanan telah berjanji akan membantu kebutuhan kayu berkualitas dari Dephut. Akan tetapi, dalam kenyataannya ternyata tidak seperti yang disampaikan.
Setelah mendengar penjelasan bupati, Komisi IV Bidang Kesra  DPRD Provinsi Sumatera Barat dapat memahami persoalan dalam  pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung. Semua itu sebagai bentuk kehati-hatian panitia dalam  kegiatan pembangunan. Mengingat permasalahan yang dihadapi sekarang, bupati memastikan Istano tidak mungkin dires­mikan pada tahun 2011. “Mudah-mudahan pada tahun 2012 bisa rampung dan dapat diresmikan,” ujar bupati.  (h/ydv)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar