Featured Video

Minggu, 18 September 2011

Walikota Jangan Coba-coba Lindungi Oknum Pegawai



                                                                  bukit tinggi


MENYIBAK KASUS DUGAAN ASUSILA KASUBAG RUMAH TANGGA
BUKITTINGGI, HALUAN — Terkait sibuknya pihak Inspektorat memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan perbuatan asusila Kasubag Rumah Tangga Pemko Bukittinggi NDR dengan seorang wanita yang diduga berinisial ED, Ketua LSM Abdi Nusantara Yulius Rasyidin mengingatkan, agar Walikota Bukittinggi Ismet Amzis jangan coba-coba melindungi oknum pegawainya yang diduga melakukan perbuatan asusila tersebut.

“Saya khawatir, kasus ini akan direkayasa. Karena kasus ini sudah diketahui pimpinan Pemko Bu­kittinggi sejak Sabtu pagi, hanya beberapa jam saja setelah peristiwa penggerebakan yang dilakukan pemuda Luak Anyia Gulai Bancah. Namun setelah para wartawan di Bukittinggi memberitakan kasus ini tiga hari kemudian, barulah In­spektorat bekerja,” kata Yulius Rasyidin yang akrap disapa Buya Gindo ini, kepada Haluan, Jumat (16/9).Menurutnya, sudah sepekan kasus ini didiamkan dengan dalih mencari saksi dan barang bukti. “Kasus ini jauh berbeda dengan kasus dugaan korupsi. Tetapi ini kasus asusila yang saksinya sudah jelas. Saya nilai Inspektorat sangat lamban menangani kasus ini,” kata Yulius.
Kabag Umum Datangi Inspektorat
Jumat (16/9) pagi kemarin, Kabag Umum dan Perlengkapan Pemko Bukittinggi, Rahmawati mendatangi kantor Inspektorat. Namun kedatangannya ke kantor Inspektorat, bukan dalam rangka memberikan keterangan terkait kasus anak buahnya. Ia mengaku  sedang ada urusan lain. “Saya ke kantor Inspektorat ini bukan untuk mem­berikan keterangan terkait kasus anak buah saya. Tapi ada urusan lain,” kata Rahmawati di ruang tamu Inspektorat.Kepada Haluan, Rah­mawati menceritakan, sebenarnya ia lebih dahulu telah mengetahui peristiwa tersebut ketimbang wartawan. “Kasus anak buah saya yang diduga asusila itu sudah saya ketahui sejak Sabtu pagi pekan lalu melalui telefon seseorang dengan nomor pribadi. Namun karena itu adalah urusan dinas, maka si penelfon saya suruh datang ke kantor saya hari Senin pada jam kantor. Namun tidak ada orang yang menemui saya hingga hari ini,” kata Rahmawati yang akrab disapa Buk Wat ini. Kata Rahmawati, NDR yang bekerja di Kasubag Umum dan ED di bagian cleaning service sejak Senin sampai Jumat kemarin tetap masuk kantor seperti biasa.
ED Membantah
Sementara wanita berinisial ED, yang telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak Inspektorat Kota Bukittinggi, Kamis (15/9) lalu,  membantah bahwa dialah teman wanita NDR pada peristiwa malam penggerebekan itu. “Pada malam kejadian itu, saya justru sedang berada di rumah. Kalau tidak percaya, tanyalah kepada keluarga saya,” kata ED kepada Haluan sambil menangis.
ED menambahkan, Kamis kemarin itu, ia juga heran saat surat panggilan dari Inspektorat datang kepadanya. “Karena saya patuh, maka saya datangi kantor Inspektorat untuk memberikan penjelasan,” kata ED. (h/jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar