Featured Video

Senin, 05 Desember 2011

ANTARA raih enam anugerah Adiwarta Sampoerna

Jakarta - Sebanyak lima wartawan Antara berhasil meraih enam bidang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 yang diumumkan pada Minggu.

Dalam siaran pers disebutkan bahwa Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 diberikan kepada wartawan foto dan wartawan cetak online.


Untuk kategori foto, wartawan foto Antara, Fanny Octavianus, meraih penghargaan bidang politik dengan judul karya "Keterangan Chandra", Rosa Panggabean meraih bidang ekonomi bisnis dengan judul karya "Buruh Kopi" dan bidang lingkungan dengan judul karya "Pemanasan Global", serta Ismar Patrizi di bidang olahraga dengan judul karya "Tumbang di Kandang".

Untuk kategori cetak dan online dua Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 diraih oleh pewarta Antara Masuki M Astro untuk bidang ekonomi bisnis dengan judul karya "Penjaja Pulsa di Senja Kuta" dan Febrianto Budi Anggoro di bidang lingkungan dengan judul karya "Ping Pong Gajah di Balai Raja".

Peraih Anugerah Adiwarta selengkapnya untuk kategori foto berita:


Bidang Politik

- Afriadi Akmal dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya "Celebrating in A Modern Nation"

- Tony Hartawan dari Majalah Tempo dengan judul karya "Berkat Moratorium, Kami Pulang"

- Fanny Octavianus dari LKBN Antara dengan judul karya "Keterangan Chandra"


Bidang Ekonomi dan Bisnis

- Jurnasyanto Sukarno dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya "Maid in Hong Kong"

- Rosa Panggabean dari LKBN Antara dengan judul karya "Buruh Kopi"

- Maman Sukirman dari Harian Seputar Indonesia dengan judul karya "Sisa Dagangan Korban Kebakaran"


Bidang Hukum

- Sumaryanto dari Media Indonesia/Kick Andy Magazine dengan judul karya "Mencari Terang Keadilan"

- Edwin Dwi Putranto dari Harian Republika dengan judul karya "Penahanan Nazaruddin"

- Lucky Pransiska dari Harian Kompas dengan judul karya "Kesaksian Miranda"



Bidang Sosial

- Agung Kuncahya dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya "Mulai Beraktivitas`

- Aditia Noviansyah dari Majalah Tempo dengan judul karya "Tawuran"

- Yudhi Sukma Wijaya dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya "Parents for Wardens"


Bidang Seni Budaya

- Totok Wijayanto dari Harian Kompas dengan judul karya "Teater Mandiri Pentas"

- Mast Irham dari European Pressphoto Agency (EPA) dengan judul karya "Berjaga-jaga"

- Sumaryanto dari Media Indonesia/Kick Andy Magazine dengan judul karya "Lima Wajah Miroto"


Bidang Olahraga

- Rommy Pujianto dari Harian Media Indonesia dengan judul karya "Pukulan Telak"

- Ismar Patrizki dari LKBN Antara dengan judul karya "Tumbang di Kandang"

- Mast Irham dari European Pressphoto Agency dengan judul karya "Menari"


Bidang Lingkungan

- Desmunyoto P. Gunadi dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya "Topeng Monyet"

- Rosa Panggabean dari LKBN Antara dengan judul karya "Pemanasan Global"

- Dadang Trimulyanto dari Bloomberg dengan judul karya "Tambang Emas Newmont Batu Hijau"


Untuk Kategori Cetak dan Online


Bidang Politik

- Mustaqim Adamrah dari Harian The Jakarta Post dengan judul karya "Another Indonesian Maid Dies in S. Arabia"

- Suryadi dari Tabloid Modus Aceh dengan judul karya "Pak Ketua `Alergi` Perempuan?"

- Theresia Junita Christy dari Majalah Her World dengan judul karya "Wujud Rasa Syukur"


Bidang Ekonomi dan Bisnis

- Rio F. Rachman dari Harian Jawa Pos dengan judul karya "Hanya Butuh Modal Rp1 Juta, Versi Pabrik Rp10 Juta"

- Andina Dian Dwi Fatma dari Majalah Fortune dengan judul karya "Si Bodoh dari Solo: Joko Widodo"

- Masuki M. Astro dari LKBN Antara dengan judul karya "Penjaja Pulsa di Senja Kuta"


Bidang Hukum

- Asrori S. Karni dari Majalah Gatra dengan judul karya "Sisi Gelap Penegakan Qanun Syariat"

- Yulvianus Marjono dari Harian Kompas dengan judul karya "Roli dan Wandi ?Sengkon Karta? Lampung"

- Nurdin Hasan dari www.acehkita.com dengan judul karya "Sosok Algojo di Balik Jubah"


Bidang Sosial

- Rusman dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya "Sakit Abadi di Perasingan"

- Andri Mediansyah dari Harian Pos Metro Batam dengan judul karya "Jangan Putus Sekolah karena Sampan"

- Nuraini Faiq dari Harian Surya dengan judul karya "Ny. Siami, Si Jujur yang Malah Ajur"


Bidang Seni Budaya

- Teguh Wicaksono dari Majalah National Geographic Traveler dengan judul karya "Kenanga Pantai Utara"

- Rustika Herlambang dari Majalah Dewi dengan judul karya "Mencari Ruh Tari Fajar Satriadi"

- Delvi Yandra dari Harian Haluan Riau dengan judul karya "Menarilah Mun, Tegakkan Kepalamu"


Bidang Olahraga

- Adi Prinantyo dari Harian Kompas dengan judul karya "Senja Temaram Para Legenda"

- Haorrahman Dwi Saputra dari Harian Surya dengan judul karya "Hatta Roeslan, Tokoh Olahraga yang Mulai Terlupakan"

- Eka Prasetya Kusuma Negara dari Harian Radar Bali dengan judul karya "Sering Dianggap Orang Gila, Tak Ingin Diremehkan Walau Cacat"


Bidang Lingkungan

- Undang Sudrajat dari Harian Pikiran Rakyat dengan judul karya "Menanam Kesadaran Lewat Sekolah Hijau"

- Febrianto Budi Anggoro dari LKBN Antara dengan judul karya "Ping Pong Gajah di Balai Raja"

- Olivia Lewi Pramesti dari Tabloid Intisari dengan judul karya "Menteri Kehutanan Gunung Kidul"


Liputan Investigatif

- Irawan Santoso dari Majalah Imperium dengan judul karya "Membongkar Peradilan Sesat Pollycarpus. Mengapa Harus Polly?"

- Aries Kelana dari Majalah Gatra dengan judul karya "Jatah Orang Miskin Dimainkan"

- Eka Januwati dari Majalah Femina dengan judul karya "Bahaya Obat Palsu Terus Mengintai. Siaga Satu Obat Palsu"

- Muhlis Suhaeri dari Voice of Human Rights dengan judul karya "Pembalakan Liar di Kalimantan Barat"

- Irwan Andri Atmanto dari Majalah Gatra dengan judul karya "Menelusuri Teka-Teki Pelicin 100 Miliar"

- Sunudyantoro dari Majalah Tempo dengan judul karya "Partai Putih di Pusaran Impor Daging"  (J008/A023)
Editor: B Kunto Wibisono(ANTARA News) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar