Featured Video

Rabu, 13 Maret 2013

Kemenakan Bunuh Mamak di Solok


Gara-gara utang, kemenakan bunuh mamaknya. Peristiwa berdarah itu di Batu Bajanjang, Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Senin (11/3) siang.

Tersangka adalah Syamsul Akmal (32). Dia ditangkap polisi tiga jam setelah kejadian, saat mandi di Telaga Gunung Talang. Pembunuhan sekitar pukul 10.00 WIB. Tersangka diamankan di Mapolres Solok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia membunuh mamaknya Syafri (60) dengan senjata tajam. Tidak lelaki tua itu yang jadi sasaran pelaku. Anak korban dan menantunya, Gusfitrianti (23) dan Zulfirman (29) juga dibacok.
Kedua korban menderita luka parah dan saat ini dirawat di RSU Solok.
Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Adra Bulkhaini kepada Singgalang menyebutkan, pembunuhan tersebut sudah ditangani dan diproses.
Menurut Adra Bulkanini, tersangka ditangkap saat mandi di telaga, 30 meter dari puncak Gunung Talang.
Sebelum kejadian, tersangka mendatangi rumah mamaknya untuk menagih utang. Awalnya kedatangan baik-baik saja. Bahkan pelaku sempat makan di rumah mamaknya tersebut.
Tiba-tiba saat pembicaraan soal utang piutang itu, terjadi pertengkaran hingga sampai pada penusukan.
Korban Syafri ditusuk beberapa kali. Mendapat serangan bertubi-tubi, korban tidak dapat berbuat banyak. Melihat orang tuanya berlumuran darah, Gusfitrianti dan suaminya Zulfirman datang membantu.
Tersangka juga menebaskan senjata tajam pada kedua korban. Gusfitrianti menderita luka pada bagian dada, begitu juga suaminya juga mengalami luka tusukan.
Melihat ketiga korban tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri ke hutan dan berselang tiga jam kemudian berhasil ditangkap anggota Buser dibawah arahan AKP Adra Bulkhaini. “Motifnya diduga masalah utang, “ ujar Bulkhani.
Para anggota buser yang dengan sigap mencari dan mengejar pelaku dalam waktu singkat, antara lain, Kanit Buser, Bripka Erwin, beserta anggotanya, Brigadir Aconk, Briptu Reka, Briptu Anton dan dibantu anggota Polsek Lembang Jaya, Brigadir Rinto Ananda.
Saat diinterogasi petugas, pelaku memberikan keterangan bertele-tele, seolah-olah ia mengalami gangguan jiwa. “Kita belum tau apa ia mengalami gangguan jiwa atau dihuat-buat saja,” ujar Kasat Reskrim. Polisi juga akan melibatkan ahli kejiwaan dalam pemeriksaan lanjutan.

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar