Featured Video

Senin, 14 Juli 2014

Kekalahan Argentina Berujung Kerusuhan di Buenos Aires

Reuters/Marcos Brindicci
Timnas Argentina (ilustrasi)
Polisi antihuru-hara Argentina menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air untuk memecah konsentrasi puluhan pemuda yang melemparkan batu dalam kerusuhan di Buenos Aires. Menyusul kekalahan yang dialami Argentina di Piala Dunia 2014l.

Impian rakyat Argentina menantikan gelar juara dunia selama 28 tahun harus pupus setelah timnas mereka kalah 0-1 dari Jerman di laga final. Para orang tua berpegangan dengan anak-anak mereka berlarian dari monumen ikonis Obelisk di mana puluhan ribu orang berkumpul.
Puluhan pemuda membuat kegaduhan dan mengejek petugas keamanan setempat dan berusaha untuk merobohkan pagar besi di depan sejumlah toko, demikian yang terekam di televisi. Sedikitnya 15 petugas kepolisian terluka dan 50 orang ditahan dalam kerusuhan yang diakibatkan kekalahan 0-1 atas Jerman itu, media setempat melaporkan.
Penyerang Jerman Mario Goetze membuat gol lewat tendangan voli di babak perpanjangan waktu dan membungkam suporter argentina, setelah menit terakhir berakhir, jutaan pendukung Argentina bersedih merenungkan kekalahan negaranya.
"Suatu tamparan lagi di muka. Tidak ada lagi suka cita, namun kami keluar sebagai runner-up dan kami tidak malu di Brasil," kata Eduardo Manfredi.
Harapan 40 juta orang ditumpukan ke pundak Lionel Messi, yang meraih penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik Piala Dunia, dan juga kepada Sergio Romero. Beberapa jam sebelum pertandingan mulai, para pendukung Argentina memadati jalanan ibukota negara mereka dengan meniupkan vuvuzela dan membunyikan drum.r