Featured Video

Senin, 27 Juni 2011

Indonesia Buang Peluang Juara






Indonesia Open Super Series
Okdwitya Karina Sari - detiksport



Tontowi Ahmad (Detiksport/ Resha Pratama)
Jakarta - Indonesia dipermalukan di depan publik sendiri setelah gagal meraih gelar juara di Indonesia Open Premier Super Series 2011. Wakil "Merah Putih" dinilai sudah membuang peluang meraih gelar juara.


Terakhir kali Indonesia meraih gelar di kandang sendiri adalah pada tahun 2008. Sony Dwi Kuncoro yang turun di nomor tunggal putra dan pasangan Vita Marissa/Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik ketika itu.

Akan tetapi hingga tiga tahun berikutnya, Indonesia selalu memble. Dalam gelaran tahun ini, tak ada satu pun wakil "Merah Putih" yang berhasil naik podium tertinggi.

Dengan dukungan ribuan suporter yang memadati Istora Senayan, Vita Marissa/Nadya Melati tak berdaya menahan dominasi ganda China, Wang Xiaoli/Yu Yang dan kalah 12-21, 10-21. 

Satu pasangan yang lolos ke final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sempat memberikan harapan Indonesia dalam juara usai memenangi game pertama. Kendati mereka akhirnya dipaksa menyerah dari unggulan teratas Zhang Nan/Zhao Yun Lei 22-20, 14-22, 9-21. 

Kegagalan pasangan ini sangat disayangkan mengingat penampilan mereka yang amat menyakinkan sejak awal turnamen. Tontowi/Liliyana berhasil memenangi laga-laga sebelumnya secara straight set.

"Seharusnya sebagai tuan rumah kita bisa meraih gelar tapi nyatanya gagal lagi," sesal mantan pebulutangkis nasional, Ivana Lie saat dihubungi detikSport, Senin (27/6/2011) sore WIB.

"Sebenarnya kita punya peluang untuk juara di ganda campuran tetapi di final pasangan China mampu tampil lebih baik. Mereka (Tontowi/Liliyana) bisa juara melihat penampilan mereka sejak awal sampai ke final."
 
Okdwitya Karina Sari - detiksport




Tontowi Ahmad (Detiksport/ Resha Pratama)
Jakarta - Indonesia dipermalukan di depan publik sendiri setelah gagal meraih gelar juara di Indonesia Open Premier Super Series 2011. Wakil "Merah Putih" dinilai sudah membuang peluang meraih gelar juara.

Terakhir kali Indonesia meraih gelar di kandang sendiri adalah pada tahun 2008. Sony Dwi Kuncoro yang turun di nomor tunggal putra dan pasangan Vita Marissa/Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik ketika itu.

Akan tetapi hingga tiga tahun berikutnya, Indonesia selalu memble. Dalam gelaran tahun ini, tak ada satu pun wakil "Merah Putih" yang berhasil naik podium tertinggi.

Dengan dukungan ribuan suporter yang memadati Istora Senayan, Vita Marissa/Nadya Melati tak berdaya menahan dominasi ganda China, Wang Xiaoli/Yu Yang dan kalah 12-21, 10-21.

Satu pasangan yang lolos ke final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sempat memberikan harapan Indonesia dalam juara usai memenangi game pertama. Kendati mereka akhirnya dipaksa menyerah dari unggulan teratas Zhang Nan/Zhao Yun Lei 22-20, 14-22, 9-21.

Kegagalan pasangan ini sangat disayangkan mengingat penampilan mereka yang amat menyakinkan sejak awal turnamen. Tontowi/Liliyana berhasil memenangi laga-laga sebelumnya secara straight set.

"Seharusnya sebagai tuan rumah kita bisa meraih gelar tapi nyatanya gagal lagi," sesal mantan pebulutangkis nasional, Ivana Lie saat dihubungi detikSport, Senin (27/6/2011) sore WIB.

"Sebenarnya kita punya peluang untuk juara di ganda campuran tetapi di final pasangan China mampu tampil lebih baik. Mereka (Tontowi/Liliyana) bisa juara melihat penampilan mereka sejak awal sampai ke final."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar