Featured Video

Selasa, 17 Januari 2012

Rampok dengan Menyetop Mobil Beraksi


PASBAR,  Rampok gaya dengan modus menyetop mobil lewat  beraksi di Pasaman Barat. Modus yang dipakai ada­lah menghadang mobil di jalan raya, lalu meminta uang kepada sopir. Kalau tak diberi, mobil kemudian dilempari dengan batu.

Kali ini yang  jadi korban adalah Pizal (38), warga Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Pasbar. Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintas di jalan raya, Minggu (15/1) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Menyusul 15 menit setelah kejadian yang dialami Pizal, satu orang lagi, Yulian Hazra (31), warga Rimbo Canduang, Nagari Air Gadang, Keca­matan Pasaman Pasbar men­jadi korban aksi serupa.Tempat Kejadian Peris­tiwanya (TKP) penghadangan di jalan raya Jorong Batang Umpai, Kecamatan Pasaman arah ke Aia Bangih.
“Kejadian itu berawal saat korban Pizal (38), bersama degan sopirnya Ipal (25), berangkat dari arah Paya­kumbuh Minggu (15/1) dinihari sekitar Pukul 00.00 WIB dengan mengunakan truk Colt Diesel PS 125 dengan no pol BK 9226 YL menuju Air Bangis.
“Ketika berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni Jorong Batang Umpai, Nagari Air Gadang, Kecamatan Pasa­man Barat, kami  dihadang oleh dua orang pemuda yang tak dikenal (OTK),” ujar Pizal (38) pada wartawan ketika di Mapol­res Pasbar, Senin (16/1).
Dijelaskannya, dengan melambaikan tangan, kedua pemuda itu lansung menyetop truk milik Pizal (38). Melihat itu, truk itu pun berhenti tanpa mematikan  mesin mobilnya. Setelah dekat, salah seorang pemuda yang berdiri di tengah jalan itu langsung meloncat ke pintu bagian kanan mobil sambil menekan kaca mobil seraya meminta uang dengan nada mengancam.
“Ma pitih, kaluan capek, (mana uang, keluarkan cepat-Red). Belum sempat sopir mengeluarkan uang, langsung saja telinganya dipukul oleh OTK itu. Tidak sampai di situ saja, kaca depan mobil juga dilempar dengan batu,” ujar korban.
Melihat kejadian itu, Pizal yang duduk disebelah Ipal langsung mengeluarkan uang Rp50 ribu. Tapi tidak diindah­kan oleh pelaku. Pelaku masih saja memukul sopir. Melihat itu Pizal lansung menyuruh sopir untuk tancap gas.
“Kami berhasil kabur. Na­mun kaca depan mobil saya pecah dan sopir saya mengal­ami luka memar di bagian dada dan kepala,” ungkap korban.
Nasib yang sama juga dialami oleh Yulian Hazra (31), warga Rimbo Canduang, Nagari Air Gadang, Keca­matan Pasaman Barat. Mobil L-300 warna hitam miliknya dengan no pol BA 8332 QE, pecah kaca depan dan samping akibat lemparan batu bajing loncat.
Kasat Reskrim Polres Pas­bar, Iptu Burahim Boer, kepada Haluan Senin (16/1) membe­narkan kejadian itu. Dika­takannya, kasus ala bajing lon­cat ini baru yang pertama kali ia tangani.
“Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Sebab pelaku tidak meng­gunakan senjata tajam mau­pun senjata api,” kata Bura­him.
“Namun dengan sigap kita berhasil mengamankan salah satu dari 5 orang pelaku, yak­ni IY (19), warga Batang Ling­kin, Jorong Batang Ling­kin, Nagari Air Gadang Pasbar. IY kita tangkap berdasarkan pengembangan kasus serta keterangan dari korban,” kata Burahim.  (h/nir)     http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar