Featured Video

Kamis, 16 Februari 2012

BANJIR GENANGI BADAN JALAN JALINSUM-Sungai Rumbai Lumpuh Tiga Jam


DHARMASRAYA, 
 Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Sungai Rumbai, Rabu (15/2), lumpuh total sekitar tiga jam, dari pukul 05.00 sampai pukul 8.00 WIB pagi, akibat tergenang banjir.
Akibatnya, antrian mobil mencapai 3 kilometer. Pasal­nya ketinggian air di lokasi mencapai 1,2 meter dari permukaan jalan. Menurut pantauan Haluan di lokasi banjir, dari beberapa kali banjir yang terjadi di tempat yang sama, banjir kali ini termasuk paling parah.

“Kalau sekedar macet, sudah sering terjadi. Tapi kali ini mobil besar dan mobil minibus tidak bisa bergerak sama sekali karena tingginya air,” tutur H. Kahar pada Haluan di lokasi banjir.
Menurutnya, tingginya air di badan jalan, tepatnya di depan Mapolsek Sungai Rum­bai ini, karena polongan tem­pat air mengalir tidak sesuai dengan volume air yang da­tang dari atas.
Sedangkan tempat air menumpuk tepat di depan Polsek Sungai Rum­bai karena disitu titik teren­dah dari badan jalan.
Kalau pemerintah berke­ingi­nan untuk memper­baiki­nya, selain jalan harus diper­tinggi, dan juga besar polongan harus ditambah dari yang ada sekarang ini. Perbaikan ini juga harus dilakukan secepat­nya oleh pihak pemerintah, karena Jalinsum sangat vital sekali untuk perhubungan.
Dalam pekan ini, kata Kahar, sudah dua kali banjir melanda Jalinsum depan Mapolsek Sungai Rumbai. Tapi banjir sebelumnya tidak separah yang terjadi kali ini. Artinya, kendaraan masih bisa lewat. Sedangkan kejadian kali ini, menyebabkan jalan lum­puh total selama tiga jam. Baru sejak pukul 08.00 WIB, kendaraan kecil mulai bisa lewat. Namun mobil besar harus tetap berhati-hati kare­na lobang besar sudah me­nganga di badan jalan.
Selain melumpuhkan jalan nasional, banjir juga meng­ganggu aktivitas warga Sungai Rumbai. Karena lokasi banjir berada pada lokasi yang biasa dilewati warga.
Ia berharap, pihak yang bertanggung jawab terhadap jalan nasional ini segera melakukan perbaikan. Karena tanggung jawab Jalinsum merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, sementara perbai­kannya berada pada tingkat Pemprov Sumbar.
Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan saat di­kon­firmasi Haluan mengatakan, Jalin­sum merupakan tanggung jawab pemerintah pusat mela­lui balai wilayahnya. Namun, selaku pemerintah daerah, ia telah menyam­paikan masalah tersebut.
Menurut aturan keuangan, dana APBD tidak boleh diku­curkan untuk Jalin­sum. Pem­kab Dharmasraya sifatnya hanya berkoordinasi ke Pem­prov Sumbar.”Mudah-muda­han dalam waktu dekat masa­lah Jalinsum depan Mapolsek tersebut segera ditanggapi Pemprov Sumbar,” Adi Guna­wan. (h/mdi/jrt)
http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar