Featured Video

Sabtu, 25 Februari 2012

Digempur Vendor Besar, Ponsel Merek Lokal Cari Akal


Shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel lokal kini sedang menghadapi tantangan berat. Di tengah serbuan ponsel dari vendor ternama, vendor lokal harus melakukan strategi terutama konsolidasi agar mampu bertahan.

Seharusnya vendor lokal ini bisa memiliki konten lokal sehingga bisa menjadi diferensiasi produk.
-- Jong Woon Kim, General Manager PT Erafone Artha Retailindo

Direktur PT Teletama Artha Mandiri (TAM), Hasan Aula menjelaskan banyak vendor lokal yang malah membanting harga ponselnya agar bisa diterima di masyarakat. Namun ternyata rata-rata vendor besar pun juga melakukan strategi yang sama.

"Kalau main di harga, justru tidak ada diferensiasi. Untungnya beberapa vendor sudah mulai konsolidasi untuk menghadapi serbuan vendor besar," kata Hasan selepas pembukaan BlackBerry Listystyle Store di Gandaria City Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Selama ini, vendor ponsel lokal hanya menyasar segmentasi ponsel kelas menengah ke bawah. Sehingga salah satu strategi yang bisa ditawarkan hanya bermain harga paling murah.

Padahal, untuk bisa bertahan di tengah serbuan vendor besar, vendor besar harus melakukan strategi khusus, salah satunya dengan konsolidasi agar vendor-vendor tersebut bisa besar dan sanggup bertahan dari serbuan vendor besar.

"Tahun ini akan menjadi tahun penuh tantangan bagi vendor lokal. Pasalnya, vendor-vendor besar juga akan memperbesar pangsa pasar jenis feature phone-nya," tambahnya.

Penjualan ponsel secara jumlah unit di tingkat toko ritel memang masih banyak dikontribusikan dari jenis feature phone. Namun dari sisi pendapatan, lebih banyak kontribusi dari jenis ponsel pintar.

General Manager PT Erafone Artha Retailindo, Jong Woon Kim mengaku meski penjualan feature phone masih besar di Indonesia, ponsel tersebut masih memiliki kendala yaitu konten dan fitur. Pasalnya, jenis feature phone belum memiliki ekosistem yang memadai sehingga pasarnya sulit terbentuk.

"Apalagi aplikasi lokal yang berisi konten-konten lokal juga tidak banyak. Seharusnya vendor lokal ini bisa memiliki konten lokal sehingga bisa menjadi diferensiasi produk," kata Kim.

Selama ini, penjualan ponsel feature phone di gerainya masih sekitar 70 persen dan sisanya dari ponsel pintar sebesar 30 persen. Namun, di tahun ini akan menjadi momentum pertumbuhan ponsel pintar.

"Harapannya ponsel pintar bisa 50 persen. Sehingga penjualan jenis ponselnya akan berimbang," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar