Featured Video

Sabtu, 25 Februari 2012

Otak Penyerangan Berinisial E Belum Tertangkap


KOMPAS.com/ Fabian Januarius KuwadoSuasana pasca bentrokan di dalam Rumah Duka RSPAD, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012)


JAKARTA,  Kasus penganiayaan yang menewaskan dua orang di RSPAD Gatot Subroto di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 24, Jakarta Pusat, masih menyimpan misteri.

Sejauh ini, dari 20 orang yang diperiksa, sembilan di antaranya diduga kuat menjadi pelaku, sementara tiga orang lainnya yang berinisial S, S, dan E telah ditetapkan menjadi tersangka. Meski demikian, polisi mengaku, hingga saat ini belum menangkap oknum berinisial E yang diduga menjadi otak peristiwa penyerangan, Kamis (23/2/2012) dini hari.
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol menampik inisial E yang dimaksud adalah salah satu dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Tersangkanya masih tiga orang. E belum ditangkap. Kita doakan secepatnya," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/2/2012).
Dalam penyelidikan sementara, polisi mencium motif penganiayaan tersebut terkait dengan utang-piutang yang berhubungan dengan bisnis narkotika senilai Rp 320 juta. Meski Yoyol tak bersedia menerangkan bagaimana hubungan di antara kedua motif tersebut, diduga E menjadi tokoh kunci pengungkapan kasus.
Yoyol melanjutkan, kasus penyerangan tersebut sangat kompleks karena antara kelompok penyerang dan kelompok yang diserang sebelumnya telah memiliki hubungan. Meski ia lagi-lagi enggan menyebutkan seperti apa hubungan yang dimaksud. "Dia menagih utang ke seseorang, dan seseorang itu berlindung dari satu kelompok, di mana kelompok penyerang dan kelompok diserang saling kenal," lanjutnya.
Hal tersebut didukung oleh keterangan salah seorang saksi mata yang sempat melihat kelompok penyerang dengan kelompok yang diserang bersalaman di depan ruang A rumah duka RSPAD, tempat Bob Stenley, kerabat kedua kelompok tersebut, disemayamkan. Namun, tanpa alasan yang belum diketahui, situasi berlanjut ke pembantaian yang menewaskan dua pria yang berprofesi sebagai debt collector, Ricky Tutu Boy dan Stanley AY Wenno.
Pada Jumat (23/2/2012) siang, petugas reserse kriminal bersenjata menggiring dua orang yang diduga tersangka keluar dari Polres Jakarta Pusat. Kedua pria yang ditangkap di wilayah Kampung Ambon, Jakarta Barat, tersebut diduga tengah menjalani pengembangan kasus.
Polisi tampak hati-hati sekali dalam menyampaikan informasi tentang kasus tersebut. Pasalnya, penyerangan terjadi pascapenangkapan John Kei. Namun, Yoyol menampik kedua hal tersebut berhubungan. "Sekali lagi, ini bukan terkait John Kei. Ini masalahnya kita menangkap orang di daerah yang sangat sulit," lanjutnya.
Sampai saat ini pun, polisi telah berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain senjata tajam dan salah satu mobil Toyota Kijang jenis LGX yang digunakan sekitar 40 pelaku membantai Ricky Tutu Boy dan Stanley AY Wenno. Polisi juga belum mengungkap peran ketiga tersangka dalam penyerangan tersebut.http://megapolitan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar