Featured Video

Sabtu, 11 Februari 2012

Jumlah Warga Miskin Meningkat


LIMAPULUH KOTA, Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lima­puluh Kota, belum serius dila­kukan, sehing­ga terkesan masih setengah hati. Selain itu, pendataan warga miskin di­duga belum begitu akurat, sehingga jumlah masyarakat miskin di kabu­ paten ini, dari tahun ketahun terus menga­lami peningkatan.

Informasi yang di­kum­pulkan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trans­migrasi Kabupaten Limapuluh Kota, menunjukkan tahun 2008 warga miskin tercatat berjumlah 12,937 kepala ke­luarga (KK). Sedang­kan tahun 2010 dan tahun 2011, jum­lahnya meningkat menjadi 17.817 KK. Tahun 2012, hasil pendataan langsung pem­berdayaan sosial, calon pene­rima raskin bulan Juni-Desem­ber depan, menjadi 34. 040 kepala keluarga.
Kepala Bidang Bajansos, Afdal, didampingi Kasi Penge­lola Sumber Dana Sosial, Ar­mansyah, dalam percakapan dengan Haluan di kantornya jalan Sukarno-Hatta Paya­kumbuh, kemarin, mengakui tingginya angka pertumbuhan warga miskin yang hampir mencapai dua kali lipat dari tahun 2010 dan 2011 lalu.
Menurut dia, berbagai pro­gram bantuan pemerintah pusat sudah diluncurkan.  Kabu­paten Limapuluh Kota, tahun ini memperoleh 267,255 kg raskin, dengan harga Rp1.600 per kg. Jumlah sasaran pene­rima sebanyak 17.817 KK. Harga itu belum termasuk biaya angkut ke nagari. Bisa-bisa warga miskin membeli beras Rp2000 per kg di nagari yang jauh dari kantor camat bersangkutan.
Selain raskin, juga dilun­curkan program asuransi kese­jahteraan sosial dengan sasaran tenaga formal dan non formal berpenghasilan rendah karena berbagai halangan. Bantuan diberikan melalui kelembagaan dengan nilai Rp30 juta, dalam bentuk asuransi Rp20 juta dan Kube sebe­sarRp10 juta, ulasnya.
Tahun 2012, bantuan itu diperoleh KSU Tani Murni Limbanang, Kecamatan Suliki. Kemudian KSU Berkat Koto Tangah Simalanggang, Keca­matan Payakumbuh dan Ka­rang Taruna Tunas Mang­gilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Masing- masing lembaga menaggulangi 200 orang. Pe­ngen­tasan kemiskinan juga ada di masing-masing SKPD di jajaran Pemkab Limapuluh Kota.
Kepala Bappeda Lima­puluh Kota, Novian Burano sebe­lumnya menyebut, prio­ritas penaggulangan kemis­kinan di Limapuluh Kota, terkait dengan banyak agenda pembangunan, seperti ekonomi kerakyatan, sektor riil, pem­bangunan ling­kungan sosial, masyarakat cinta pendidikan, infrastruktur, pena­taan ruang dan lingkungan hidup.
Dikatakan, peningkatan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan daerah ini juga diprioritaskan. Hal itu sudah tertuang dalam Perda Nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) Ka­bupaten Limapuluh Kota 2010-12015. (h/zkf)
http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar