Featured Video

Jumat, 03 Februari 2012

"Sekolah di Sini, Takut Atapnya Ambruk..."


Kompas.com/Yatimul AinunBeberapa siswa SDN Sumbersuko 4, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sedang menyapu di teras sekolahnya, yang ditempati kegiatan belajar mengajar. Karena ruang kelasnya atapnya ambruk. Jumat (3/2/2012).

MALANG,
 Sejak dua tahun lalu, gedung SDN Sumbersuko 4, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sudah ambruk di bagian atapnya. Kondisi gedung sekolah yang tidak memadai menyebabkan para siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di teras sekolah. Hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 


"Saya ingin sekolah seperti anak-anak lainnya, yang ada di kota, sekolahnya bagus-bagus. Sekolah di sini saya takut, atapnya ambruk," kata Sania Wardana, siswi kelas III, SDN Sumbersuko 4, Jumat (3/2/2012).
Saya ingin sekolah seperti anak-anak lainnya, yang ada di kota, sekolahnya bagus-bagus. Sekolah di sini saya takut, atapnya ambruk
-- Sania Wardana, siswi SDN Sumbersuko 4
Kepala SDN Sumbersuko 4, Setu, kepadaKompas.com, mengungkapkan, pada Desember 2011 lalu, pihaknya dijanjikan mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan.

"DAK itu untuk 3 lokal (ruang kelas). Tapi katanya dibatalkan. Saya tidak tahu apa alasannya," kata Setu.

Saat ditanya, apakah kondisi gedung sekolahnya pernah ditinjau oleh Dinas Pendidikan setempat, menurut Setu, kunjungan pernah dilakukan. "Sudah pernah ditinjau oleh pihak UPTD Kecamatan Wangir. Disarankan, agar mengajukan bantuan dana kepada Diknas," katanya.

Menindaklanjuti saran itu, pihak sekolah telah membuat proposal dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan apa pun.

"Pada saat kami menghadiri pertemuan dengan Bupati Rendra Kresna, ada dua Bank yang siap menyumbang. Yakni Bank Jatim dan Bank BNI. Sumbangan dari dua Bank itu senilai Rp 85 juta. Tapi tidak diberikan uangnnya, diberikan berupa bantuan bahan bangunan, seperti genteng," katanya.

"Berbagai upaya sudah kami lakukan. Diknas masih cuek. Kami hanya ingin, bagaimana anak-anak bisa mengikuti pelajar dengan nyaman dan aman," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi, tak bisa dikonfirmasi. Ponsel yang dihubungi tidak mendapatkan jawaban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar