Featured Video

Sabtu, 26 Mei 2012

Di Kampung Ambon Narkoba Menyatu dengan Masyarakat


TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIRRatusan petugas gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Barat, dan Polsek Cengkareng, menggelar razia narkoba besar-besaran di kawasan kampung Ambon, komplek perumahan Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakbar, Kamis (8/12/2011). Petugas juga mendapati berbagai jenis narkoba senilai lebih dari Rp 11 miliar, 5 pucuk senjata api, belasan senjata api, dan uang tunai Rp 218 juta, dari 33 rumah yang ada di komplek perumahan Permata yang lebih dikenal dengan Kampung Ambon tersebut.


 Kampung Ambon sudah dikenal luas sebagai lokasi transaksi narkoba terbesar di Jakarta. Sayangnya, penanganan terhadap 'wilayah endemik' narkoba tersebut belum menunjukkan hasil maksimal.
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Didik Rachbini menilai problem terbesar di Kampung Ambon adalah sudah menyatunya peredaran narkoba dengan kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut mengharuskan dilakukannya pendekatan dari berbagai segi.
"Karena sudah menyatu dengan masyarakat maka diperlukan multi-approach untuk menyelesaikan masalah narkoba di Kampung Ambon," jelas Didik Rachbini dalam jumpa pers di Apartemen Park Royal, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2012).
Pendekatan yang dimaksud profesor di bidang ekonomi itu adalah penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dan pelatihan kerja, yang membarengi penyuluhan bahaya narkoba. Penegakan hukum tertutama diarahkan pada gembong-gembong narkoba, sementara langkah lainnya diarahkan pada masyarakat.
"Perlu ada shock therapy kepada gembong-gembongnya. Kepada mereka hukum harus tegas. Kalau penggunanya lebih sebagai korban saja. Karena itu yang lebih dibutuhkan adalah pemberdayaan," papar Didik.
Beberapa kelompok pemerhati dan peneliti dari kampus sebenarnya sudah melakukan pendekatan terhadap warga Kampung Ambon. Sejauh ini berbagai langkah yang ditempuh belum bisa membongkar kungkungan simbiosis mutualisma atau kerjasama yang saling menguntungkan antara warga dan para pengedar di Kampung Ambon. Keadaan yang terlokalisasi dalam satu wilayah khusus bahkan mengundang banyak peminat dari wilayah lain untuk menikmati narkoba dengan aman di tempat tersebut.
"Masih dibutuhkan action research, riset yang langsung diikuti tindak lanjut atas hasil temuannya. Dengan itu, apalagi kalau gembong-gembongnya ditangkap dan dikasih hukuman berat, pasti bisa ditangani," lanjut Didik.
Satu hal yang ditegaskan khusus oleh Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana itu adalah tindakan tegas aparat terhadap para pengedar. "Tidak boleh polisi lemah terhadap Kampung Ambon. Polisi tidak boleh lemah terhadap penjahat. Narkoba adalah hantu bagi keluarga dan remaja di Jakarta. Karena itu kita butuh ketegasan polisi," kata Didik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar