Featured Video

Rabu, 25 Juli 2012

Tindakan Heroik Serda Nicolas Cegah Perkosaan Patut Dicontoh


Foto: detikcom
Jakarta Meski penuh risiko, anggota Kopassus Sat-81 Serda Nicolas Sandi berani menolong karyawati yang nyaris diperkosa di Jakarta Pusat. Tindakannya ini selain layak diberi penghargaan, patut juga ditiru oleh anggota TNI lainnya.



"Danjen Kopassus dan Dan Paspampres juga akan memberikan penghargaan kepada prajurit tersebut atas keberaniannya untuk menolong masyarakat yang sedang terancam jiwanya," kata Komandan Sat-81 Antiteror Sidharta Wisnu, kepada detikcom, Rabu (25/7/2012).

Menurut Wisnu, kedua komandannya itu berpesan agar aksi ini tidak hanya berhenti di Nicolas. Perlu kesadaran lebih dari kalangan tentara agar ketertiban di masyarakat tetap tercipta.

"Beliau juga menyampaikan agar semua prajurit Kopassus maupun TNI lainnya supaya dapat mencontoh apa yang sudah dilaksanakan anggota saya," terangnya.

"Agar tercipta rasa aman di lingkungan masyarakat sekaligus mendukung kinerja Kepolisian dalam menjaga keamanan di masyarakat," sambung Wisnu.

Anggota Kopassus Sat-81 Serda Nicolas Sandi berhasil menggagalkan percobaan pemerkosaan terhadap seorang karyawati. Nicolas saat itu mendengar teriakan perempuan meminta tolong dari angkot C01 yang melintas di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ia mengejar angkot itu dan meminta si sopir menurunkan karyawati yang nyaris diperkosa itu.

Karyawati itu akhirnya bisa diselamatkan. Sementara para pelaku berhasil dibekuk.

Atas aksi heroik ini, Nicolas bakal diganjar penghargaan.


Kronologi kejadian


Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan pengejaran terhadap empat tersangka pencurian dengan kekerasan dan percobaan pemerkosaan di mikrolet C01 jurusan Senen-Ciledug. Polisi tidak serta percaya pengakuan Ari Anggara, sopir mikrolet yang tidak merencanakan aksinya. 

Berdasarkan informasi Humas Polda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengungkapkan dari kasus tersebut polisi telah menangkap Ari Anggara sopir mikrolet. Sementara empat orang teman Ari Anggara masih dalam pengejaran.

Lebih lanjut ia mengatakan dari hasil keterangan sopir mikrolet tersebut, tersangkat tidak mengaku sama sekali merencanakan aksinya. Namun penyidik Polres Metro Jakarta Pusat tidak mempercayai begitu saja keterangan pelaku yang mengatakan tiba-tiba saja penumpang yang masuk langsung disergap. Karena di dalam mikrolet tersebut sudah ada empat orang teman tersangka.

Sejumlah saksi sudah diperiksa aparat kepolisian. Korban yakni Is (31) juga sudah dimintai keterangannya meski masih dalam keadaan shock. "Sudah dimintai keterangan tadi sedikit-sedikit karena dia masih shock," terang Yoyol.

Diberitakan sebelumnya, seorang karyawati berinisial Is, 31 tahun, nyaris menjadi korban pemerkosaan di dalam angkutan mikrolet C01 jurusan Ciledug-Senen B 1106 VTX pada Senin (23/7/2012) tengah malam. Saat itu, Is pulang dari tempat kerjanya naik angkot tersebut yang dikemudikan oleh Ari Anggara dan berisi empat orang lainnya. Saat Is di dalam mobil, tiba-tiba lampu dalam angkot dimatikan dan para pelaku langsung menyergap, mencekik leher dan melakukan perbuatan tidak senonoh sambil mencoba merebut tas korban.

Korban berteriak dan teriakannya didengar seorang anggota TNI, Nicholas Sandi, yang beriringan dengan mobil pelaku. Angkot tersebut dikejar, tidak lama kemudian, korban didorong keluar angkot oleh para pelaku di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat depan Gedung Mahkamah Agung. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian inmateriil dan luka memar di leher.

Satu pelaku berikut angkot berhasil ditangkap kemudian langsung dilaporkan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.


detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar