Featured Video

Kamis, 02 Agustus 2012

ANGGOTA POLRESTA PADANG DIKERAHKAN KE DHARMASRAYA- Polisi Buru M-16 Kawanan Perampok


Sen­jata laras panjang  jenis M-16 yang digunakan Pipe (19) dan kelompoknya saat meram­pok toke karet di Dhar­mas­raya, Senin (30/7) lalu, saat ini masih digunakan kepolisian dan TNI-AD saat latihan.

Waka Polresta Dhar­mas­raya, Kompol Ari Yuswan Triono mengatakan, saat ini senjata M-16 yang digunakan pelaku tersebut belum dite­mukan, walaupun seorang tersangka berhasil diamankan di kawasan Jujuhan, Dhar­masraya.
Hingga Rabu (1/8) siang, penyidik masih belum bisa memastikan senjata yang digunakan saat perampokan tersebut adalah senjata milik polisi atau TNI AD. Pasalnya tersangka Pipe masih bun­gkam dan tidak mau bicara banyak di hadapan penyidik.
“Karena tersangka masih bungkam, penyidik mengalami kesulitan untuk mengetahui asal senjata buatan Amerika tersebut. Walaupun senjata jenis ini masih dipergunakan polisi dan TNI AD untuk latihan, namun kami masih belum bisa memastikan bah­wa senjata yang digunakan dalam aksi perampokan itu adalah senjata organik Polri atau TNI AD,” ujar Ari.
Saat ini penyidik telah memastikan a selongsong peluru yang ditembakkan pelaku tersebut adalah selong­song peluru senjata M-16 produksi 1960 buatan Amerika Serikat. Dugaan sementara, senjata yang dipergunakan saat tersangka melakukan aksi perampokan tersebut adalah senjata rakitan yang masuk dari luar Sum­bar.” Namun untuk memastikan asal senjata ini apakah me­mang senjata organik milik polisi atau TNI AD masih terus diteliti,” jelasnya.
Selain melakukan penyi­dikan terhadap selongsong peluru, penyidik Polres Dhar­masraya juga telah meminta keterangan korban, dana dua saksi lain yang berada di lokasi kejadian. Kemungkinan, dalam beberapa hari ke de­pan penyidik akan memeriksa kembali beberapa saksi mata yang melihat langsung ke­jadian.
Informasi yang diperoleh di Polresta Padang me­nye­butkan, beberapa anggota Buser Pol­resta Padang akan turun ke­lokasi kejadian, guna mengusut dan mengungkap kasus peram­pokan yang meng­gunakan senjata M-16 ter­sebut.
Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Su­gianto mengatakan, saat ini senjata jenis M-16 tersebut masih dipergunakan oleh jajaran kepolisian untuk melakukan latihan. Tidak hanya itu, senjata laras panjang jenis M-16 ini ada sebanyak 10 pucuk di tangan tim Reksrim Ma­polresta Pa­dang.
“Kalau senjata yang diper­gunakan adalah senjata orga­nik Polri tidak mungkin, senjata jenis ini hanya dike­luarkan saat latihan, setelah itu senjata ini kembali dima­sukan ke dalam gudang sam­pai latihan digelar kembali,” kata Mainar.
Saat ini penyidik ke­po­lisian Dharmasraya berupaya keras mengungkap asal sen­jata M-16, yang dipergunakan dalam aksi perampokan di Dharmasraya. Dan beruntung, tersangka menembakkan senjatanya tidak ke arah korban, dan warga lain yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Senjata jenis M-16 ini juga diakui Kepala Penerangan Korem (Kapendrem) 032 Wi­rabraja Mayor (Inf) Delfi Deflijun merupakan senjata organik TNI AD yang juga masih dipergunakan untuk latihan. Senjata M-16 itu menggunakan peluru kaliber 5,56 milimeter.
“Saat senjata ini di­gu­nakan dalam sekali tembak bisa tiga peluru keluar, dan juga peluru senjata itu bisa keluar satu-persatu,” ujar Delfi.
Pihaknya menyebut akan membiarkan aparat ke­po­lisian menelusuri dan meneliti selongsong peluru yang me­reka dapatkan tersebut. Tapi, menurut Kapenrem selongsong peluru yang ditemukan ter­sebut bukan dari senjata milik TNI AD.
“Seluruh senjata milik TNI AD memiliki nomor register yang nomornya sama dengan nomor pada peluru, jadi tidak mungkin senjata M-16 itu milik kami,” tegasnya.
Ditambahkannya, senjata jenis M-16 ini memiliki jang­kauan yang sangat jauh yakni dari 500 hingga 600 meter. “Senjata M-16 itu usai latihan langsung disimpan, dan tidak pernah dikeluarkan lagi, sampai latihan berikutnya dilakukan,” lanjutnya.



sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar