Featured Video

Kamis, 02 Agustus 2012

Perampok Bersenjata M-16 Mengganas


-

Kawanan pe­rampok bersenjata api menebar an­caman di Dharmasraya, Senin (30/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Se­orang toke karet bernama Matsiri, 50, warga Jorong Kotosalak, Nagari Kur­nia Kotosalak, Kecamatan Koto­baru, Kabupaten Dharmasraya, men­jadi korban keganasan kawanan pe­­r­ampok berjumlah dua orang ter­se­but. Perampok didu­ga menggunakan sen­jata api laras pan­jang M16 itu, ber­hasil mem­bawa kabur uang kor­ban Rp 12 juta lebih.


Hanya berselang 15 jam usai ke­ja­d­ian, jajaran Polres Dhar­masraya ber­sama Polsek Sungairumbai ber­ha­sil menangkap salah seorang pe­ram­pok bernama Lirin Intarno alias Pipe, 19, warga Blok C Sitiung III, Dhar­masraya. Pipe diringkus di ru­mah tersangka lainnya bernama Riyadi, 36, sekarang masih buron, di Jujuhan, Jambi.

“Lima selongsong peluru ber­hasil kami temukan di TKP (tem­pat kejadian peristiwa) dan diamankan di Polsek Su­ngai­rumbai,” kata Ka­pol­res Dhar­mas­raya AKBP Chai­rul Aziz di­d­am­pingi Kasubag Humas Aiptu Gu­zirwan kepada Padang Ekspres, ke­marin (31/7).

Kejadian berlangsung siang bo­long itu, menurut Chairul, bera­wal ke­tika korban hendak membeli karet di salah satu ke­bun karet di Jorong Ko­drat, Na­gari Kurnia Koto Salak, Ke­ca­matan Sungairumbai. Saat hen­­dak membayar karet, tiba-tiba dari arah belakang mobil L-300-nya terdengar suara tem­bakan me­ngarah ke udara sebanyak tiga kali. Belum hilang rasa terkejut korban, tiba-tiba dua orang tak dikenal berboncengan menggu­nakan sepeda motor, langsung men­dekat korban.

Tak sampai di situ, peram­pok kembali me­ngeluarkan tem­ba­kan sebanyak empat kali ke arah korban. Dua di antaranya me­­ngenai mobil korban. Waktu itulah, salah seorang perampok di­ketahui bernama Pipe lang­sung me­ngambil tas korban. Me­rasa jiwanya terancam, kor­ban sece­pat kilat naik ke mobilnya dan langsung meninggalkan lo­kasi.

“Waktu itu ada sekitar lima orang warga di lokasi, tapi kare­na tersangka menggunakan senjata mereka jadi takut,” ujar Chairul. Selepas itu, para bandit itu langsung kabur.
Kejadian ini, tambah Kapol­res, hanya berselang tiga hari se­telah aksi pencurian diketahui juga dilakukan kawanan peram­pok ini. Jumat (27/7), sekitar pu­kul 12.00 lalu, Pipe bersama te­mannya Joko, 28, masih bu­ron, me­lakukan pencurian sepeda mo­tor di depan sebuah rumah ko­song berjarak 200 meter dari lo­kasi kedua. Aksi kedua pelaku berhasil diketahui masyarakat dan mengepung keduanya. Saat itulah, Pipe menelepon Riyadi untuk minta tolong.

Tak berapa lama, Riyadi da­tang ke lokasi menggunakan se­pe­da motor plus sejanta api laras pan­jang. Untuk menghalau mas­sa, Riyadi mengeluarkan tem­ba­kan tiga kali ke udara. Aksi itu lang­sung membuat warga ciut dan meninggalkan lokasi. Pipe dan Joko pun selamat dari amu­kan massa dan kabur. Na­mun apes bagi tersangka. Sepe­da motor hasil curian berikut satu unit handphone diduga mi­lik Pipe, tertinggal di lokasi kejadian.

“Berdasarkan HP terse­but­lah aparat melacak kebe­radaan para perampok. Apa­lagi saat itu, Ri­yadi terus-me­nerus mene­le­pon Pipe. Petu­gas pun me­ngirim SMS ke nomor Riyadi me­lalui HP Pipe. Karena men­duga yang me­ngrim SMS Pipe, maka Ri­yadi membalas SMS tersebut. Ak­hirnya, didapat keterangan, jika Pipe berada di Jujuhan,” je­las Chairul.

Begitu mendapat kepastian itu, Kapolsek Sungairumbai Kom­pol Gatot Istianto didam­pi­ngi Kanit Reskrim Ipda Mul­ya­di berserta 10 anggotanya po­lisi bergerak ke Jujuhan, kemarin (31/7), sekitar pukul 03.00. Waktu itulah Pipe ditangkap di ru­mah milik Riyadi, sementara Ri­yadi saat penggerebekan tidak be­rada di lokasi. Pipe pun digi­ring ke Polsek Sungairumbai un­tuk mempertanggung­jawab­kan perbuatannya.

“Tersangka dijerat pasal 365; pen­curian dengan kekerasan de­ngan ancaman hukuman di atas li­ma tahun penjara,” kata Chai­rul.

Kepada Padang Ekspres, Pipe mengaku, sepeda motor yang digunakan untuk mencuri to­ke karet tadi berasal dari hasil pen­curian di Tebo, Provinsi Jam­bi. Sementara senjata api saat ini masih di tangan Riyadi, di­pasok dari Provinsi Jambi tep­at­nya dari Kabupaten Muaro­bungo.

“Saya tidak tahu apakah sen­jata api itu dibeli atau dirental Ri­yadi. Namun yang jelas, te­ngah malam seseorang berba­dan tegap datang dan menyerahkan senjata tersebut kepada Riyadi. Mereka ter­libat pembicaraan. Saya men­dengar orang yang menyerahkan senjata itu berkata kepada Riyadi, ter­serah kau senjata itu mau kau apa­kan, apakah dirental atau gi­mana, yang jelas pakai sajalah du­lu,” beber Pipe. (*)

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar