Featured Video

Senin, 13 Mei 2013

Lomba Layang Danguang jadi Agenda Wisata


Lomba layang layang

Walikota (Wako) Mukhlis Rahman menyarankan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar menjadikan lomba layang-layang danguang sebagai agenda wisata tahunan. Jika dikemas dan dikembangkan lebih profesional, lomba layangan tradisional khas daerah ini punya prospek untuk menarik banyak wisatawan berkunjung ke Pariaman.

“Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung kegiatan lomba
layang-layang danguang ini. Ke depan, SKPD terkait mesti memikirkan bagaimana kegiatan ini bisa dikemas dan dikembangkan lebih baik lagi. Kapan perlu jadikan lomba layangan ini sebagai agenda wisata tahunan. Sebab ini punya potensi menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah kita,” kata Mukhlis Rahman.
Hal tersebut diungkapkan Wako saat membuka lomba layang-layang danguang yang digelar oleh pemuda di Rawang Tigo Jorong Jalan By Pass, baru-baru ini. Lomba tersebut diikuti ratusan pehobi layang-layang danguang dari berbagai pelosok desa dan kelurahan, termasuk peserta dari berbagai nagari di Kabupaten Padang Pariaman.
Dikatakan, layang-layang danguang merupakan permainan tradisi masyarakat Piaman. Permainan ini biasanya dilaksanakan usai musim panen padi. Permainan layang-layang danguang menyimbolkan kegembiraan masyarakat pasca panen padi. Layang-layang danguang Piaman punya ciri khas dan berbeda dengan layang-layang di daerah lain. Layang danguang jika dilepas mengeluarkan suara.
Sebagai permainan sekaligus kesenian tradisi, layang-layang danguang perlu terus dilestarikan. Salah satunya rutin menggelar iven-iven lomba. Agar lestari, bagaimana pula permainan layang-layang ini bisa dikemas dan dikembangkan dengan baik sehingga menjadi daya tarik wisata.
Pihaknya yakin, layang-layang danguang ini diminati oleh wisatawan. “Kami minta Disbudpar kedepan merancang dan mengemas kegiatan lomba layang-layang danguang ini agar bisa menjadi daya tarik wisata. Kami lihat potensi kegiatan ini cukup besar untuk memancing minat wisatawan datang berkunjung ke Pariaman. Kapan perlu kita buat kebijakan menjadikan lomba ini sebagai agenda wisata tahunan di Pariaman,” tegas Wako.
Hari pertama pelaksanaan, tak kurang dari 200 layang-layang yang terdaftar sebagai peserta. Kegiatan ini dilaksanakan hingga 16 Mei 2013. Hadiah bagi juara pertama berupa satu ekor kerbau. 

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar