Featured Video

Selasa, 11 Juni 2013

'Isra dan Miraj, Awal Mula Perintah Shalat Lima Waktu'

Rolers Bersama Rasulullah SAW.
Rolers Bersama Rasulullah SAW.

 Isra Miraj Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, tercatat sebagai awal mula diwajibkan shalat lima waktu bagi umat Islam.

Pernyataan itu disampaikan Ustaz Koko Lim di depan ribuan umat Islam di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin (10/6) malam dalam peringatan Isra Miraj. Hadir pula Bupati Lamandau, Marukan, Wakil Bupati Sugiyarto, Sekda Arifin LP Umbing dan seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) di kabupaten itu.
"Bupati Marukan mengaku salut dan kagum menyaksikan sekitar 3.500 orang umat Islam yang memadati lapangan Kertawana terlihat tertib mengikuti ceramah Ustaz Koko Lim dari Jakarta tersebut," kata Kabag Humas Lamandau, Nanang Rully Handoko.
Dalam ceramahnya, Koko Lim menyampaikan peristiwa Isra Miraj pada malam 27 Rajab sebagai sejarah awal diwajibkan shalat lima waktu bagi umat Islam di seluruh dunia. Koko mengatakan, Isra Miraj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam waktu satu malam. Ini merupakan salah satu peristiwa penting dalam Islam karena Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mendapat perintah menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.
"Maha suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya (Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam) pada suatu malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkati sekelilingnya, karena hendak kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat," tutur Ustaz Koko Lim.
Dalam sejarah disebutkan Isra Miraj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam situasi yang sangat 'sumpek', seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama Islam.
Masih tahun yang sama, istri tercintanya, Khadijah radhiyallahu 'anha- dan paman Rasulullah, Abu Thalib, meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat, namun Rasulullah tabah menghadapi semua itu.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar