Featured Video

Kamis, 18 Juni 2015

Inikah Zat Terdingin yang Ada di Dunia?

Ilmuwan menciptakan zat terdingin di dunia.
Ilmuwan menciptakan zat terdingin di dunia.
Berapa suhu terdingin yang bisa eksis di dunia? Dalam buku-buku teks disebutkan suhu mutlak adalah nol Kelvin. Suhu ini diyakini suhu paling rendah yang memungkinkan zat bisa eksis. Kini, para peneliti menciptakan molekul yang mampu mendefinisikan arti dingin yang besarnya. Molekul ini bisa eksis dalam waktu yang sangat singkat. Dilansir dari
laman Sciencealert, zat ini adalah atom atau materi terdingin yang pernah ada.

Para ilmuwan menggunakan satuan Kelvin untuk mendefinisikan suhu. Dalam ilmu fisika 0 kelvin dikenal sebagai suhu mutlak. Suhu ini setara dengan -273 derajat Celcius. Suhu ini ada di ruang hampa. Namun, ilmuwan berhasil menciptakan materi dengan suhu satu juta lebih kosong dibandingkan suhu di ruang hampa.

Untuk menciptakan ini, tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan melekul yang bisa mencapai suhu 500 NanoKelvin, artinya 500 per sejuta kelvin . Tim menggunakan kombinasi penguapan dan teknologi laser untuk mendinginkan gas sodium potasium mendekati nol Kelvin lalu memampatkanya. Meskipun natrium dan kalium secara teori tidak bisa membentuk senyawa, para peneliti MIT yang dipimpin oleh Martin Zwierlein menggunakan medan magnet untuk mencapatkan atom yang menempel satu sama lain.

Molekul terdingin ini hanya bisa bertahan selama 2,5 detik. Ilmuwan berharap bisa menciptakan molekul ini bisa eksis lebih lama sehingga mereka bisa mempelarati efek mekanika kuantum seperti yang ditulis dalam buku-buku teori. Pada suhu rendah dan kecepatan statis, melekul berperilaku dengan cara yang lebih teratur. Dengan perilaku molekul ini, sangat memungkinkan para ilmuwan bisa menghasilkan penemuan yang sangat menarik.

"Kami sangat dekat dengan suhu dimana mekanika kuantum memainkan peranan besar dalam gerakan molekul," ujar dia.

Pada suhu yang sangat rendah, molekul tidak lagi bergerak seperti bola biliar yang dikenai stik. Namun, dengan suhu yang sangat rendah peneliti bisa mendapatkan materi seperti superfluida kristal. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters.r