Featured Video

Selasa, 27 September 2011

Mimpi Warga Jakarta, Nyata di Singapura


KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSejumlah pengunjung duduk di padang rumput sambil menunggu waktu balapan Formula 1, di kawasan Padang Grandstand, Singapura, Sabtu (24/9/2011).
KOMPAS.com - Ajang F1 Singapore Grand Prix 2011 telah menyedot ratusan ribu pengunjung baik dari negara kawasan Asia hingga Eropa. Sehingga bisa dikatakan kepadatan penduduk di Singapura sedikit bertambah dengan adanya wisatawan yang masuk dan menetap selama beberapa waktu untuk menonton ajang internasional Formula 1.

Namun, tampaknya kepadatan yang bertambah tidak membuat pengunjung kesulitan untuk menuju ke Sirkuit Marina Bay, tempat pertandingan Formula 1 dilangsungkan. Bahkan dari pengamatanKompas.com, selama mengikuti ajang tersebut akhir pekan lalu, tidak ada kemacetan yang berarti di sekitar kawasan Marina Bay.
Manajemen transportasi yang baik menjadi salah satu alasan mengapa kenyamanan menuju Sirkuit Marina Bay bisa terjamin. Kompas.com hanya sekali mengunakan Mass Rapid Transportation (MRT), dari kawasan Orchad menuju City Hall dengan biaya 2 dollar Singapura atau setara Rp 14.000. Waktu yang ditempuh tidak sampai 10 menit, dilanjutkan dengan berjalan kaki yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit menuju Sirkuit.
Selain MRT, juga ada bus sebagai transportasi massa. Hampir sama dengan bus Transjakarta di Indonesia, bus di Singapura berhenti untuk menurunkan dan mengangkut penumpang pada halte bus yang telah ditentukan. Namun yang berbeda adalah, bus di Singapura tidak perlu takut terjebak macet ataupun menabrak orang yang menyeberang sembarangan.
Kenyamanan bertransportasi tidak hanya didukung oleh manajemen transportasi yang baik, namun juga oleh pengguna jalan itu sendiri. Terlihat dari sedikitnya pengguna kendaraan bermotor. Pengguna mobil pun tidak padat. Kebanyakan warga lebih memilih menggunakan bus ataupun MRT untuk pergi ke tempat tujuan mereka.
Fasilitas transportasi yang nyaman masih menjadi mimpi di kota besar seperti Jakarta. Padahal tidak jauh di seberang pulau Batam, sebuah negara bernama Singapura telah menikmati mimpi yang menjadi kenyataan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar