Featured Video

Rabu, 23 November 2011

SAMPAI JUMPA DI MYANMAR


INDONESIA JUARA UMUM SEA GAMES
PALEMBANG,  Untuk kesepuluh kalinya, Indonesia kembali tampil menjadi raksasa olahraga Asia Tenggara sejak iven SEA Games pertama kali digelar tahun 1977 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberhasilan Indonesia ini yang kesepuluh ini, kembali terukir setelah enam penyeleng­garaan SEA Games terakhir, direbut Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina. Akankah pada SEA Games XXVII 2013 di Myanmar, Merah putih tetap tampil sebagai juara umum?
Pada penutupan Selasa (22/11) kemarin, Gubernur Suma­tera Selatan Alex Noerdin selaku tuan rumah penye­lenggara telah menyerahkan bendera SEA Games kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Myanmar Tin Sun yang menjadi penyelenggara kegiatan dua tahunan itu pada 2013.
Menpora Myanmar itu mengibarkan bendera SEA Games dengan diiringi alunan musik kontemporer pada penutu­pan SEA Games ke-26 di Gelora Sriwijaya Jaka­baring Palembang, Sumatera Selatan, Selasa malam.
Setelah acara simbolis itu, sebanyak 50 penari asal Myanmar memberikan gambaran mengenai budaya negaranya sebagai tuan rumah SEA Games ke-27 nanti.
Sejumlah tarian daerah Myanmar ditampilkan beserta alunan musik tradisional. Bendera bercorak bende­ra Myanmar menjadi latar panggung puluhan penari itu yang tampil pada penutupan SEA Games ke-26 di Indonesia yang diselenggarakan di Palembang dan Jakarta, 11-22 November 2011.
Penutupan SEA Games dilaku­kan Wakil Presiden Boediono, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan Ketua Indonesia SEA Games Orga­nizing Committee (Inasoc) Rita Soebowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng.
Berbagai atraksi, termasuk kesenian tradisional dan kontemporer serta pesta kembang api mewarnai penutupan yang tiket masuknya dijual seperti pada pembukaan Jumat (11/11) malam lalu. Indonesia selaku tuan rumah mengukuhkan diri sebagai peraih medali terbanyak dan berhak menjadi juara umum.
Wakil Presiden Boediono menga­ta­kan, pemenang sesungguhnya pada SEA Games 2011 adalah seluruh warga Asia Tenggara karena para atlet berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa telah terjalin persaha­batan sejati di antara negara peserta.
“Api yang menyala selama 12 hari akan padam, tapi api yang ada di dada kita tidak akan padam dan api itu pula yang akan mengingatkan persahabatan kita sebagai masyarakat Asia Tenggara,” kata Boediono saat menutup secara resmi SEA Games 2011 di Stadion Sriwijaya, Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa.
Pada upacara yang bertema “Victory In Harmony” yang berlang­sung meriah tersebut, Boediono didampingi istri, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Menpora Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI Rita Subowo.
Wapres yang tampak mengenakan topi tanjak (topi tradisional dari Palembang) lebih jauh mengatakan, para atlet, pelatih dan anggota kontingen sudah memberikan yang terbaik melalui pertarungan yang berlangsung secara jujur dan adil.
“Saya juga menyampaikan per­har­­gaan setinggi-tingginya kepada KONI, KOI, Inasoc dan seluruh relawan yang bekerja secara mak­simal untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan lancar. Terima kasih kepada para sponsor dan donatur suka rela yang telah bekerja keras,” kata Boediono.
Dalam kesempatan tersebut, Boediono secara khusus juga me­nyam­­paikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia yang tampil sebagai juara umum untuk pertama kali sejak 1997.
“Khusus kepada kontingen In­done­sia, selamat atas keberhasilan menjadi juara umum. Kita ma­syarakat Indonesia sangat bangga atas prestasi para atlet semua. Juga terima kasih kepada masyarakat Sumsel dan Ibu Kota Jakarta yang telah mem­berikan yang terbaik sebagai tuan rumah,” kata Boediono yang kemu­dian disambut tepuk tangan puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Boediono juga secara khusus menyampaikan ucapan bela sungka­wa atas tewasnya dua penggemar sepak bola akibat terinjak-injak saat berebut masuk ke stadion Gelora Bung Karnoa Jakarta untuk menyak­sikan pertandingan final sepak bola antara Indonesia dan Malaysia, Senin.
“Di tengah kemeriahan, terdapat kabar duka karena dua pendukung sepak bola meninggal dunia, atas nama pemerintah dan pribadi kami meyampaikan ucapan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” katanya.
Pada pesta olahraga dua tahunan yang diikuti lebih dari 6.000 atlet dari 11 negara Asia Tenggara terse­but, Indonesia untuk pertama kali sejak 1997, akhirnya kembali tampil sebagai juara umum setelah mengum­pulkan 182 medali emas, 151 perak dan 143, jauh melampaui perolehan juara bertahan Thailand yang berada di peringkat kedua dengan 109 emas, 100 perak dan 120 perunggu. (ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar