Featured Video

Rabu, 21 Desember 2011

Dapat Beasiswa Tapi Bawa Mobil Pribadi


 TONDANO - Pemerintah Kabupaten Minahasa akhirnya mengumumkan daftar penerima beasiswa di kantor Dikpora Minahasa Sulawesi Utara, Selasa (20/12). Ratusan mahasiswa pun berduyun-duyun ke kantor itu untuk melihat apakah namanya tercantum di daftar penerima beasiswa.

Uniknya, di antara mahasiswa penerima beasiswa, tidak sedikit yang datang mengendarai mobil pribadi dengan banderol mahal. Ini membuat banyak mahasiswa lain mencibir kehadiran mereka.
Jendry Kapoyos, seorang mahasiswa yang hadir saat itu mengatakan, sangat tidak masuk akal jika mahasiswa yang menggunakan mobil pribadi bisa mendapat beasiswa. Menurutnya, mahasiswa-mahasiswa itu pasti berasal dari keluarga kaya, sehingga tidak layak mendapat beasiswa.
"Tidak tahu malu lagi kalau mereka bisa mendapat beasiswa. Mereka berasal dari keluarga kaya, sehingga harusnya tidak perlu ikut mendaftar dalam penerimaan beasiswa ini," ujarnya.
Sejak pukul 08.00 Wita, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulut datang untuk memeriksa apakah nama mereka masuk dalam daftar nama calon penerima beasiswa Pemkab Minahasa. Ratusan mahasiswa ini berkerumun di depan jendela kantor Dikpora.
Rini Mandagi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsrat nampak gembira saat melihat namanya masuk dalam daftar calon penerima beasiswa. Dirinya mengatakan, keberhasilan itu adalah buah dari penantian selama beberapa bulan terakhir.
"Saya sangat senang karena nama saya masuk dalam daftar calon penerima beasiswa Pemkab Minahasa. Kebetulan sebentar lagi Natal, jadi uang itu bisa digunakan untuk belanja baju baru," ujarnya.
Berbeda dengan Rini, Juricko Solang nampak kecewa saat keluar dari kerumunan mahasiswa tersebut. Namanya tidak tercantum dalam daftar nama calon penerima beasiswa Pemkab Minahasa. Yang membuat dirinya semakin kecewa, hanya dia yang tidak akan mendapat beasiswa, sedangkan empat temannya tercantum dalam daftar penerima beasiswa.
"Saya sangat kecewa, karena tidak dapat beasiswa. Sebenarnya saya sangat berharap bisa mendapat beasiswa ini agar bisa digunakan untuk membayar uang kost yang telah menunggak dua bulan. Tapi mau apa lagi, mungkin bukan rejeki saya," ujarnya.
Ketua panitia penjaringan penerima beasiswa Pemkab Minahasa, Jefry Mamengko mengatakan, semua mahasiswa yang tercantum dalam daftar penerima beasiswa harus melapor ke Dikpora Minahasa, Kamis (22/12).
Mamengko mengatakan, semua mahasiswa yang tercantum dalam daftar penerima beasiswa harus hadir pada pertemuan tersebut. "Kami ingin memastikan semua nama yang terdata benar-benar ada. Semua wajib menunjukkan KTP dan kertu mahasiswa agar bisa diproses untuk pembagian dana beasiswa," ujarnya.
Beasiswa berbanderol Rp 2 miliar itu hanya dibagikan kepada 1.075 mahasiswa.
Padahal ada 4.000 pendaftar, sehingga sebanyak 2.925 mahasiswa terlempar.(luc)

Editor: Prawira Maulana  |  Sumber: Tribun Manado


Tidak ada komentar:

Posting Komentar