Featured Video

Jumat, 30 Desember 2011

RENDANG PADANG DISTANDARISASIKAN!


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu mengharapkan para pembuat rendang Padang yang sudah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, dibuatkan standarisasinya, sehingga rasa dan kualitas salah satu masakan khas Minang itu benar-benar terjamin.

“Rendang sudah menjadi ikon baru masakan Indonesia dan perlu kita stan­darisasi rasa dan kualitasanya. Begitu juga masakan yang lain yang sudah mendunia seperti nasi goreng, mi goreng dan sate,” ujar Mari kepada wartawan saat menga­dakan jumpa pers akhir tahun di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata dan Ekono Kreatif, Jakarta, Kamis (29/12) kemarin.
Didampingi Wamenparekraf, Sapta Nirwandar, Ketua PHRI Sriyanti Sukamdani, Ketua Asita Asnawi Bahar dan para pejabat eselon I dan II di Kementerian ittu, Mari menjelaskan bahwa kuliner merupakan salah satu andalan Indonesia di sektor ekonomi kreatif untuk menggaet wisatawan man­canegara, maupun nusantara.
Menurut Menteri, semua masa­kan di Indonesia umumnya adalah kuliner yang enak-enak dan selalu dicari-cari oleh wisatawan. Namun begitu, agar kuliner ini bisa menjadi bagian strategis Indonesia untuk menarik kunjungan yang tahun 2012 ditargetkan 8 juta wisman, bangsa ini perlu membuat standarisasi sejumlah masakannya, termasuk menjualnya diluar negeri melalui rumah makan Padang dan Rumah Makan Indonesia. “Soal trategi kuliner ini, kita memang harus belajar dari Thailand,” ujar dia.
Capai Target
Pada kesempatan itu, Mari juga memaparkan bahwa pada tahun 2011 yang akan berakhir sehari lagi, berhasil mencapai target kunjungan 7,6 juta (target semula 7,5 juta). Meski masih tersisa dua hari, katanya menambahkan, kementeriannya tetap optimis mencapai angka tersebut. Dibanding tahun lalu, jumlah kun­jungan naik 8,5 persen.
Karena berhasil mencapai angka kunjungan 7,6 juta, Kemenparekraf menjadi optimis bisa merealisasikan arus kunjungan 8 juta wisaman pada tahun depan. “Meski perekonomian dunia menurun pada tahun depan, kami tetap optimis mencapai angka itu, apalagi didukung oleh para stakeholder yang handal seperti PHRI, Asita dan lain-lain,” ujarnya.
Dengan arus kunjungan yang 7,6 juta itu, sektor pariwisata sudah mampu memberikan kontribusi terbesar keempat sebagai penghasil devisa negara, yaitu sebesar US$8,5 miliar atau tumbuh 11,8 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar US$7,6 miliar. Di akhir ketera­ngannya, Mari juga menjelaskan bahwa kementeriannya sudah sedang mem­proses perubahan struktur akibat digabungkannya bidang kebudayaan ke Kementerian Pendidikan, sedang di kementerian Pariwisata berubah nomenklaturnya menjadi Kemen­terian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga memun­culkan dua direkto­rat jenderal, yaitu Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, dan Ditjen Eko­nomi Kreatif Berbasi Media, Desain dan Iptek. Dua Ditjen ini membawahi masing-masing 3 direkto­rat dengan 14 subsektor eknomi kreatif, yaitu fesyen, pasar seni & barang antik, permainankreatif, film video & fotografi, kerajinan, musik, desain, periklanan, televisi & radio, seni pertunjukkan, riset & pengembangan, layanan komputer & piranti lunak, penerbitan & perceta­kan dan arsitek­tur. Sedang kuliner akan dimasukkan menjadi sub-sektor ekonomi kreatif yang ke-15. (h/sal)



0
RENDANG YANG PALING ENAK itu ADA DI RANAH MINANG ......! JAUH DIATAS STANDAR YANG BISA DIBUAT SECARA NASIONAL atau DUNIA..!
written by , Desember 30, 2011
smilies/smiley.gifRendang adalah masakan "urang awak" yang betul-betul sudah mendunia. Apapun bentuk standarisasi yang akan dibuat nanti, dari pengamatan saya yang sudah mencicipi rendang yang dimasak di sejumlah propinsi diluar Ranah Minang, tak ada yang mampu mengalahkan cita rasa rendang yang dmasak di Sumatera Barat (apalagi rendang yang saat ini gencar dipasarkan oleh Malaysia di luar negeri)Ada banyak faktor yang menjadi sebab semua ini: faktor air yang digunakan untuk memasak; faktor ketepatan racikan bumbu yang dipakai; faktor lama masa untuk memasak rendang; faktor nasi yang dimakan bersama rendang; faktor cara memasak; dan banyak lagi. Contoh saja, Rendang yang dibuat oleh Rumah Makan Selamat di Bukittinggi adalah salah satu rendang yang tak ada tandingannya dibanding rendang-rendang yang dibuat oleh Rumah-rumah makan atau produsen rendang yang ada di luar Sumatera Barat......!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar