Featured Video

Senin, 13 Februari 2012

Timpeh Dilanda Banjir


Timpeh, Batang Timpeh me­luap. Banjir pun melanda wilayah sekitarnya, Minggu (12/2). Air naik sekitar 1 meter di SP VII Nagari Tabek yang mengakibatkan 132 KK  teriso­lasi. Badan Penaggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Ka­bu­paten Dhar­masraya meng­evakuasi warga dengan perahu karet.

Warga yang terperangkap banjir tersebut terdapat di Jorong Tabek Jaya 48 KK dan Jorong Tabek Maju 84 KK.
Banjir terjadi setelah hujan lebat melanda Dhar­mas­raya semenjak Sabtu (11/2) malam sekitar pukul 11.00 WIB. Hujan berlangsung sekitar 12 jam. Akibatnya,  air mulai naik setinggi satu meter.
Wali Nagari Tabek Agus­mar pada Haluan di lokasi ban­jir mengatakan, warga banyak yang terperangkap, karena ada yang sedang me­lak­sa­nakan hajatan di seberang. Bukan saja warga sekitar, tapi warga dari wilayah luar juga terperangkap banjir karena sudah satu malam berada tempat lokasi pesta.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi sekarang ini maih tergolong kecil dibanding banjir sebelumnya, tapi untuk antisipasi datang banjir yang lebih besar karena cuaca mulai menampakkan tanda-tanda akan terjadi hujan, maka ia mengontak BPBD Dharmasraya untuk evakuasi warga seberang agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Dengan datangnya bantuan dari BPBD, maka warga yang berada di lokasi pesta berangsur-angsur dievakuasi agar tidak terlalu menyulitkan SAR apabila datang banjir besar,”tutur Agusmar.
Kepala BPBD Dharmasraya Suwandi HS kepada Haluan di lokasi banjir menjelaskan, ia sudah menu­run­kan dua tim SAR dan dua perahu karet untuk melakukan evakuasi.
Ia mengatakan, lokasi banjir terdiri dari dua jorong, maka dua tim diturunkan untuk antisiapsi kejadian yang lebih berat, karena tanda-tanda hujan akan turun sudah mulai nampak. Sedangkan Timpeh Kampung katanya, air sudah surut sekitar pukul 14.00 Wib.
Untuk tim SAR katanya, akan disiagakan di lokasi, karena jarak tempuh yang agak jauh dari Kantor BPBD Dharmasraya. Apabila datang banjir yang lebih besar, maka tim SAR sudah siap mem­bantu warga.
Menurutnya, banjir yang sering terjadi di Sungai Batang Timpeh karena pengerukan yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar di hulu sungai, seharusnya pengerukan dilakukan di hilir sungai.
Dengan dangkalnya hulu, maka air naik akibat banyaknya air kiriman dari hulu, dengan ke­adaan saat ini, maka diharapkan Pemprov untuk melakukan pe­ngerukan di hulu batang Timpeh untuk me­ngantisipasi banjir mendatang.
Sampai berita ini diturunkan, keadaan masih aman dan belum ada korban, tapi rumah warga sudah ada yang terendam oleh air. Air mulai naik sampai ke jalan di Tabek Penyeberangan, hingga mobil kecil dan sepeda motor sudah tidak bisa lewat. (h/mdi)http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar