Featured Video

Minggu, 11 Maret 2012

Alamak, Penduduk Satu Kota di Australia Korban Penipuan Kartu Kredit


SHUTTERSTOCKIlustrasi
ADELAIDE, 
SHUTTERSTOCKIlustrasi
ADELAIDE, Lokasi tempat tinggal tampaknya tidak lagi bisa menjadi pelindung dari kemungkinan terkena penipuan kartu kredit. Sebuah kota di negara bagian Queensland di Australia bernama Kilcoy yang berpenduduk 1.500 orang menjadi contohnya.

Menurut laporan mingguan Australia, The Sunday Mail, kartu kredit milik penduduk di kota tersebut yang tercatat di sebuah supermarket setempat tampaknya berhasil dibobol sindikat penipuan internasional. Sindikat ini kemudian menggunakan informasi kartu kredit tersebut untuk melakukan belanja di London, India, dan Melbourne bernilai ribuan dolar Australia.
Menurut laporan koresponden KompasL Sastra Wijaya, polisi di Australia sekarang memperingatkan agar konsumen lebih berhati-hati karena sindikat penipuan ini mulai mengincar bisnis skala kecil.
Menurut perkiraan, data kartu kredit ini dicuri dari dua supermarket, IGA di kota Kilcoy. Seorang penduduk Kilcoy yang sampai sekarang belum memiliki paspor menemukan bahwa kartunya digunakan membeli berbagai produk diantaranya beberapa liburan mahal bernilai 400 juta rupiah di India.
Kartu kredit seorang petugas kantor pos bernama Anna Tunes digunakan di Melbourne menimbulkan kerugian sekitar 30 juta rupiah. Di saat, Denie Kunde menggunakan kartu kreditnya di Brisbane, dalam waktu bersamaan, kartunya digunakan di Sydney menimbulkan kerugian sekitar 25 juta rupiah. Kartu kredit seorang warga lainnya digunakan di London guna membeli bensin dan peralatan komputer senilai keseluruhan 50 juta rupiah.
Menurut polisi, sindikat ini pada awalnya melakukan pembelian kecil-kecilan, dan semakin berani, setelah pembelian itu tidak terdeteksi. Menurut masyarakat setempat mereka pernah melihat beberapa orang yang mencurigakan yang berada di luar supermarket IGA. Tetapi menurut polisi, besar kemungkinan sistem komputer di supermarket tersebut yang menjadi sumber pembobolan.
Lokasi tempat tinggal tampaknya tidak lagi bisa menjadi pelindung dari kemungkinan terkena penipuan kartu kredit. Sebuah kota di negara bagian Queensland di Australia bernama Kilcoy yang berpenduduk 1.500 orang menjadi contohnya.
Menurut laporan mingguan Australia, The Sunday Mail, kartu kredit milik penduduk di kota tersebut yang tercatat di sebuah supermarket setempat tampaknya berhasil dibobol sindikat penipuan internasional. Sindikat ini kemudian menggunakan informasi kartu kredit tersebut untuk melakukan belanja di London, India, dan Melbourne bernilai ribuan dolar Australia.
Menurut laporan koresponden KompasL Sastra Wijaya, polisi di Australia sekarang memperingatkan agar konsumen lebih berhati-hati karena sindikat penipuan ini mulai mengincar bisnis skala kecil.
Menurut perkiraan, data kartu kredit ini dicuri dari dua supermarket, IGA di kota Kilcoy. Seorang penduduk Kilcoy yang sampai sekarang belum memiliki paspor menemukan bahwa kartunya digunakan membeli berbagai produk diantaranya beberapa liburan mahal bernilai 400 juta rupiah di India.
Kartu kredit seorang petugas kantor pos bernama Anna Tunes digunakan di Melbourne menimbulkan kerugian sekitar 30 juta rupiah. Di saat, Denie Kunde menggunakan kartu kreditnya di Brisbane, dalam waktu bersamaan, kartunya digunakan di Sydney menimbulkan kerugian sekitar 25 juta rupiah. Kartu kredit seorang warga lainnya digunakan di London guna membeli bensin dan peralatan komputer senilai keseluruhan 50 juta rupiah.
Menurut polisi, sindikat ini pada awalnya melakukan pembelian kecil-kecilan, dan semakin berani, setelah pembelian itu tidak terdeteksi. Menurut masyarakat setempat mereka pernah melihat beberapa orang yang mencurigakan yang berada di luar supermarket IGA. Tetapi menurut polisi, besar kemungkinan sistem komputer di supermarket tersebut yang menjadi sumber pembobolan. 
http://internasional.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar