Featured Video

Kamis, 08 Maret 2012

Penaikan harga BBM picu PHK buruh

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menilai, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal buruh di Indonesia.

"Harga BBM yang meninggi selain menyusahkan buruh, juga akan menaikkan tarif dasar listrik dan berdampak kepada tingginya biaya produksi," kata Presiden KSBSI Mudhofir di Jakarta, Kamis.

Ia meyakini, kenaikan harga BBM memicu kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang tentunya akan membebankan perusahaan sehingga hal itu juga berdampak kepada buruh melalui pengurangan tenaga kerja.

TDL yang naik, menurut dia, memungkinkan industri tidak berkembang dengan baik dan tentunya akan berdampak kepada PHK buruh jika perusahaan gulung tikar.

"Dalam jangka waktu sesudah kenaikan BBM, maka kenaikan TDL diperkirakan terjadi pada Mei kendati hal itu dilakukan secara bertahap," jelas Presiden KSBSI.

Kendati upah minimum untuk buruh di DKI Jakarta baru ditambah pada Januari menjadi Rp1.529.150, ia menilai hal itu percuma karena harga bahan pokok dan tarif angkutan umum akan melambung mengikuti kenaikan harga BBM yang diperkirakan menjadi Rp6.000.

PHK yang nantinya terjadi, juga ditakutkan akan meningkatkan kerawanan sosial dan mengganggu stabilitas negara.

Sementara itu Presiden Dewan Pengurus Pusat Federasi Garmen, Kerajinan Tekstil, Kulit dan Sepatu Elly Rosita kepada ANTARA menjelaskan, pegawai industri tekstil menjadi pihak yang paling terkena dampak kenaikan harga BBM.

"Buruh perusahaan tekstil pendapatannya rendah karena masuk melalui `outsourcing` atau kontrak sementara sehingga jika ada kenaikan sembako akan sangat menderita," jelas Elly.

Menurut dia, rata-rata pendapatan buruh tekstil di wilayah Jabodetabek sekitar Rp1,5 juta, namun hal itu menjadi tidak berarti karena sejumlah harga kebutuhan hidup pada April akan melonjak.

"Dengan harga BBM naik menjadi Rp6 ribu, bagaimana dengan biaya transportasi, biaya kontrak rumah dan bayar listrik lalu harga bahan pokok yang akan mengikuti naik," tegas Elly yang menambahkan akan memperjuangkan agar harga BBM tidak jadi naik melalui dialog sosial dengan pemerintah dan LSM.
(B019/I007)
Editor: Desy Saputra  http://www.antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar