Featured Video

Senin, 27 Agustus 2012

SEMUA PENUMPANG TEWAS-BANGKAI CESSNA DITEMUKAN


Pesawat survei jenis Cessna yang dinyatakan hilang sejak Jumat pagi,  akhirnya ditemukan Minggu malam (26/8)  dalam kondisi hancur terbakar.
Seluruh penumpng te­was. Pesawat carteran ini jatuh setelah  menabrak gunung. Penemuan pesawat Piper Navajo Chieftain PA 31 sekaligus ditemukan empat awak di dalam pesawat.

Setelah dikum­pulkan tim DVI Mabes Polri di lokasi, seluruhnya dinya­takan tewas. “Korban seluruhnya tewas dalam kondisi terbakar,” kata Wakil Kepala Polda Kalimantan Timur, Briga­dir Jendral Rusli Nasution di Posko di Bandara Temin­dung Sa­marinda, Kali­mantan Ti­mur, Ahad ma­lam ( 26/8)
Jendral bintang satu ini menjelaskan seluruh kor­ban sudah dimasuk­kan kantong mayat. Tim­nya juga sudah mene­lusuri anggota tubuh korban.
“Sampai diyakini tidak ada lagi anggota tubuh terting­gal,” katanya.
Keempat korban me­ning­­gal akan dievakuasi melalui jalur darat. Korban dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.
Pesawat PK-IWH dila­porkan pertama kali dite­mukan pada 17.25 WITA. Pesawat dipastikan dike­temukan pada pukul  20­.45.  Minggu malam. Pesa­wat ditemukan di lereng gunung Mayang, Kabupaten Kutai Timur dengan kemi­ringan hingga 80 derajat. Pesawat dalam kondisi berantakan dike­tinggian 1.300 kaki.
Awalnya,   keberdaan pesawat tersebut terdeteksi citra satelit milik Singa­pura pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 Wita. Tim SAR memulai penca­rian pada titik koordinat terakhir berdasarkan hasil deteksi satelit Singapura tesebut.
Kesulitan menemukan titik koordinat pesawat   pesawat akibat tidak ber­fungsinya ELT (Emer­gency Locator Transmiiter).
“Ber­dasarkan informasi yang kami terima dari Basarnas, memang ELT pesawat itu tidak ber­fungsi. Semes­tinya, dalam situasi daru­rat ELT itu memancarkan sinyal sehingga pihak Basar­nas menduga alat itu keha­bisan baterai,” ungkap Arief Prapto.
Pesawat milik PT Intan Angkasa jenis PA31 Piper Navajo Chief Tain dengan nomor registrasi PK-IWH yang dicarter oleh Elliot Geophysics International untuk melakukan peme­taan di salah satu area perusahaan tambang batu bara di Kota Bontang, dilaporkan telah kehilangan kontak sejak Jumat sekitar pukul 08.04 Wita.
Pesawat survei dengan pilot Capt Marshal Basir berpenumpang tiga orang yakni Peter John Elliott selaku General Manager Elliot Geo­physics Inter­national, seorang surveyor, Jan­dri Hend­rizal, ser­ta pen­damping dari Ke­men­­terian Perta­hanan RI, Kapten Suyoto, lepas landas dari Ban­dara Temindung Sa­marinda pada Jumat sekitar pukul 07.51 Wita dan dipastikan hilang pada Jumat sekitar pukul 13. 51 Wita.
Pesawat   ini  diren­canakan terbang selama empat jam dan diperki­rakan akan kembali di Bandara Temin­dung seki­tar pukul 12.00 Wita de­ngan pengisian bahan ba­kar untuk enam jam,.
Dari Bandara Temin­dung Samarinda, pesawat itu terbang dengan keting­gian 3.000 kaki selan­jutnya saat mendekati area survei di Kota Bontang, pesawat tersebut akan terbang de­ngan ke­ting­gian 500 kaki. Namun, hanya berselang beberapa menit sejak lepas landas di Ban­dara Temin­dung, pesawat tersebut hilang kontak, hingga akhir­nya ditemukan dalam kon­disi hancur dan seluruh penum­pang tewas. 

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar