Featured Video

Kamis, 08 November 2012

Pakai Crosswave, Kolam Resapan Lebih Efektif Cegah Banjir


Tumpukan alat penampung air (crosswave) disusun dalam proyek pembuatan kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Crosswave merupakan material berbahan plastik berbentuk segitiga yang ditumpuk dan dipasang di bawah tanah untuk menampung air. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo




Pekerja memasang crosswave dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan crosswave ini memiliki penyerapan 3 kali lebih besar dibanding cara konvensional yaitu 4 liter permenit. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo



Pekerja memasang alat penampung air (crosswave) dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan teknologi dari Jepang tersebut dapat mengurangi jumlah debit air yang masuk ke sungai-sungai sehingga tidak langsung meluap dan banjir. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo



Proyek pembangunan kolam resapan menggunakan teknologi crosswave di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Selama ini upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pembangunan waduk dan sumur resapan dengan teknologi standar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo



Skema penggunaan alat crosswave untuk kolam resapan di gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Proyek pembangunan Rainwater Infiltration Facility (RSIF) akan dumulai di Jakarta pada akhir tahun 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo



Tumpukan alat crosswave dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Pihak Pengendalian Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, mempertimbangkan penggunaan teknologi crosswave untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo


SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar