Featured Video

Kamis, 29 November 2012

PAPUA MEMBARA-GILIRAN KAPOLDA DIBERONDONG OPM


Je­lang detik-detik peringatan HUT Organissai Papua Mer­deka (OPM), bumi cendera wasih kian membara saja. Kemaren, giliran Kapolda Papua Irjen Tito Carnavian dan Asintel Kodam Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Napoleon beserta rombongan, diberondong gerombolan ber­senjata yang diduga OPM. Selasa sebelumnya, gerom­bolan menyerbu Mapolsek Pirime, akibatnya tiga polisi tewas termasuk Kapolsek.

Para penyerang bertindak keji. Setelah ditembak, jasad polisi itu dibakar. Bahkan ada bagian tubuh yang dipotong-potong.
Serangan terhadap Kapolda Papua dan rombongam terjadi Rabu, sekitar pukul 18.00 WIT. Saat itu, rombongan Kapolda dan peja­bat Kodam XVII Cenderawasih sudah berhasil mencapai Distrik Pirime, lokasi terjadinya penye­rangan Markas Polsek yang mene­waskan 3 anggota Polisi.
Setelah meninjau lokasi, rombo­ngan kemudian melanjutkan per­jala­nan menuju Tiom dengan ken­daraan roda empat sambil beriringan.
Di tengah perjalanan, tepatnya di Kampung Indawa antara distrik Makki Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Tiom Kab Lanny Jaya, tiba-tiba konvoi dihadang dengan se­rentetan tembakan dari arah gunung, yang tepat berada di sebelah kiri jalan.
Aksi kontak senjata berlangsung selama kurang lebih satu jam. Kelompok sipil bersenjata yang diperkirakan sekitar 40 orang itu berhasil dipukul mundur dan kembali masuk ke dalam hutan. Rombongan berhasil mencapai Tiom dengan selamat.
Juru Bicara Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya saat dikon­firmasi membenarkan peristiwa itu. Tapi dia tidak bisa menjelaskan lebih detail. “Nantilah saya cerita, sekarang saya masih rapat,” ujarnya saat dihubungi.
Sikat OPM
Kematian tiga orang anggota Polsek Pirime yang dibunuh secara sadis. mendapat reaksi banyak. Apa lagi setelah tak bernyawa, ketiga polisi itu dibakar oleh pelakunya diduga dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka juga menye­rang anggota TNI dan warga sipil.
Karena itulah, berbagai pihak mendeswak agar pemerintah segera menyikat habis OPM, dan kelompok perusuh lainnya. “Perbuatan mereka membunuh sangat kejam dan sangat biadab. Siapapun pelakunya harus diberantas dan disikat habis oleh pemerintah. Bisa saja di daerah konflik ada banyak kepentingan, termasuk dari orang-orang dibe­lakang layar,” kata pengamat mi­liter dari UI, Ery Sopyan, Rabu pagi.
Menurutnya, bisa saja pela­kuknya memang sudah dicuci otaknya atau melalui obat-obatan untuk berbuat kejam. Mereka itu, sebenarnya merupakan korban dari operator (orang dibelakang layar) tersebut. “Jadi sebenarnya di
Papua itu ada dua kepentingan, yaitu murni orang yang ingin merdeka, dan ada juga yang men­desain bukan murni kemerdekaan. Bahkan ada oknum yang mencari keuntungan pribadi,” tandasnya.
Untuk mencegah konflik di Papua, pemerintah harus bekerja keras untuk mensejahterakan masyarakat Papua sehingga mereka tidak mendukung OPM. Namun pada kenyataannya, sepertinya pemerintah melakukan pembiaran. “Tentu saja hal tersebut sangat berbahaya, karena saat ini ma­syarakat Papua banyak yang mendukung OPM. Pemerintah seharusnya jangan anggap enteng masalah tersebut. Aceh saja bisa diselesaikan dengan baik, kenapa Papua tidak bisa,” tanyanya.
Dihubungi terpisah, anggota Petisi 28 Haris Rusli menge­mukakan, pemerintah harus memi­kirkan kesejahteraan masyarakat Papua. Jangan sampai sumber daya alam diambil ke pusat dan ke luar negeri saja, namun juga harus diberikan secara rata untuk kepen­tingan pembangunan di Papua. “Bila terus terjadi, tentu saja konflik yang terjadi di Papua dari hingga kini tidak bisa diselesaikan dengan baik. Sebenarnya pemerintah bisa mela­ku­kan perbaikan, namun pada ke­nyataannya tidak serius,” jelasnya.
Dapat Penghargaan
Sementara itu ketiga jenazah anggota polisi, Kapolsek Pirime, Ipda Rolfi Takubesi (48), Briptu Daniel Makuker, dan Brigadir Jefri Rumkorem sudah dikembalikan ke pihak keluarga di Jayapura dan Biak.Jenazah kapolsek dibawa ke Kupang. Keluarga korban juga menerima santunan sebesar Rp100 juta dari bupati Lany Jaya, Papua.
Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan memberikan penghargaan kepada tiga personel Polsek Pirime, Lanny Jaya, Papua, yang tewas diserang kelompok tidak dikenal tersebut. Ketiga polisi itu dianggap telah menjalankan tugas dengan baik. “Semua ada rekomendasi untuk itu, kami sedang menunggu,” kata Timur di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
Tim Polri tengah menggelar sidang guna membahas kenaikan pangkat bagi ketiga polisi ini. “Insya Allah besok bisa kami umumkan, bahwa mereka prajurit terbaik. Di wilayah yang terpencil, mereka memper­tahankan wilayah itu,” ujar Timur.
Terkait pengusutan kasus pe­nyer­buan ini, Timur mengatakan polisi telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Namun, dia enggan menyebut apa saja barang bukti yang ditemukan di lapangan itu. Sementara, tim Brimob yang diturunkan untuk memburu para pelaku masih bekerja di lapangan. “Kita siapkan pemburu, satuan pengejar, ada 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi). Kami dibantu juga oleh TNI. Sekarang Kapolda juga tengah melakukan penye­lidikan,” terangnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar