Featured Video

Senin, 31 Desember 2012

5 Orang Tewas dalam ‘Perang’ Antar Kampung


AMBON – Seram Barat, Maluku Tengah bergejolak. Warga Desa Hualoy terlibat ‘perang’ dengan warga Desa Kamarian dan Desa Sepa. Lima orang dinyatakan tewas dan banyak yang mengalami luka-luka dan lebih seratus warga terpaksa mengungsi. “Warga yang luka sudah dievakuasi ke RSU Kota Masohi untuk menjalani perawatan,” kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Hasanuddin Mukadar, kepada detikcom, via selular, Minggu (30/12).

Mukadar menyampaikan ada lima warga tewas akibat perang antar kampung ini, namun belum diketahui identitasnya. Sementara warga luka akibat sabetan benda tajam berjumlah 4 orang. Mereka adalah Rivan Loasamba, Imran Kunio, M Nurlessy dan Pius Sainyakit.
Korban luka tembak juga berjumlah 5 orang, yakni Axel Eli (21), Rogel Penturi (26), Feldiopi Poseratu (22), Deky Sahetapy (22), dan Mike Sahetapy (21). Korban mengalami luka tembak di bagian paha, dada, dan leher.
“Tertembaknya kelima warga ini karena berusaha melakukan penyerangan ke Desa Hualoy dan dihadang aparat keamanan,” ujarnnya.
Mukadar mengatakan, per sonel Brimob telah dikerahkan untuk mengamankan TKP. “Kami sudah mengendalikan TKP, dan personel aparat terus ditambah untuk menjaga kemungkinan terburuk,” ujar dia.
Hingga berita ini naik, belum ada kepastian motif dari bentrok antarkampung tersebut. Menurut sumber di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, pemicu bentrok ini ada dua versi, pertama ada pemuda Desa Hualoy yang dianiaya di Desa Kamariang dan pelemparan sekolah dasar mengakibatkan pecah kaca di Desa Hualoy saat iring-iringan warga Desa Sepa usai pelantikan raja di Desa Kamariang.
Kemudian, iring-iringan itu dihadang warga Desa Hualoy. Mendengar saudaranya dihadang, warga Desa Kamarian, langsung bereaksi. Penyerangan dilakukan ke Desa Hualoy. Namun dihentikan aparat dengan rentetan tembakan.
Dihubungi di tempat terpisah, Kapolres Seram Bagian Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Supeno, mengatakan masih mendalami motif bentrokan. “Sementara kami masih lakukan penyelidikan dan pendalaman kasus. Saya belum bisa memastikan motifnya apa, nanti usai penyelidikan baru bisa kami beberkan,” tegas Supeno.
Masih berjaga-jaga
Hingga tadi malam, polisi masih berupaya menjaga kondusivitas di wilayah Maluku. Polisi belum mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam bentrok berdarah tersebut.
“Sampai saat ini belum ada yang diamankan. Kondusif dulu, dan mengedepankan upaya persuasif,” kata Kabagpenum Polri, Kom bes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Minggu (30/12).
Agus mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di antara kelompok yang bertikai, sehingga berakibat pecahnya kembali bentrokan. “Apabila ada yang tidak tuntas, Polri siap mencarikan solusinya dengan jalan mediasi kedua kelompok,” terangnya sebagaimana dikutip detikcom.
Akibat bentrokan yang terjadi Sabtu (29/12), sebanyak 110 kepala keluarga mengungsi. “Sekarang diamankan di Polres Maluku Tengah,” ujarnya.
Menurut Agus, situasi di lokasi bentrokan sudah berangsur kondusif. Namun, pihaknya masih menyiagakan personel kepolisian yang dibantu personel TNI di lokasi kejadian. Termasuk perbatasan di dua wilayah yang bertikai. “Petugas masih stand by di sana, termasuk Kapolda Maluku yang turun langsung di lokasi,” katanya.
Peristiwa berawal dari acara pelantikan kepala Desa Kamarian, Sabtu (29/12). Dalam acara tersebut, terjadi salah paham yang berujung seorang warga Desa Hualoy dipukuli warga Desa Sepa. Saat hendak kembali, warga Desa Hualoy yang tidak terima aksi pemukulan, lalu menghadang rombongan warga Desa Sepa dibantu oleh warga Desa Kamarian dan terjadilah bentrokan.
Kronologi kejadian
Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol. Boy Rafli Amar kepada detikcom, menceritakan krologis perkelahian antar kampung tersebut.
Jumat (28/12)
Diadakan acara pelantikan Raja Desa Kamarin, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pelantikan itu mengundang warga Desa Sepa.
Dalam perjalanan menuju Kamarin melewati Desa Hualoy, mobil rombongan warga Sepa menyenggol salah satu warga Hualoy yang mabuk. “Sehingga warga Hualoy menunggu warga Sepa yang akan kembali dari menghadiri pelantikan Raja Kamarin,” tutur Boy.
Sabtu (29/12)
Sekitar pukul 14.30 WIT terjadi bentrok antara warga Hualoy dengan Warga Sepa yang dibantu Warga Kamarin. Bentrokan ini menyebabkan lima orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya luka-luka. Pada malam harinya kondisi sudah bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian.
Minggu (30/12)
Kapolda Maluku bersama Kasat Brimob, Direskrimum, dan Wadir Intel menuju TKP dengan menempuh perjalanan lima jam melalui laut dan darat. Situasi tetap kondusif.
“Upaya dialog antar pemuka adat dan agama diupayakan,” pungkas Boy. (*)

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar