Featured Video

Senin, 31 Desember 2012

Oknum Anggota DPRD Pasbar Digerebek Pemuda


PASBAR — Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pasbar, Jendri yang juga Ketua DPC dari salah satu Partai di kabupaten setempat, terpaksa menyerah kepada pemuda Ketaping, Kecamatan Ketapiang Kabupaten, Padang Pariaman, Malam Minggu (29/12).

Setelah digerebek di dalam mobil pribadinya tengah berduaan dengan seorang wanita, yang diduga selingkuhannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Singgalang, melalui seluler, Minggu (30/12), dari sejumlah pemuda Ketaping, yang juga ikut dalam penangkapan itu diantaranya Maiky (28), mengakui bahwa mereka memergoki sepasang pemuda sedang bercumbu di dalam mobil pribadinya sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu itu.
Awalnya, para pemuda sengaja mengintai mobil yang terlihat parkir di tepi jalan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Karena mereka curiga ada perbuatan yang tidak sesuai dengan agama dan adat di ranah Minang. Semakin lama mereka memperhatikan mobil Toyota Rush saat itu, justru semakin membuat kecurigaan yang kian mendalam.
Karena tidak menginginkan kampungnya dikotori, sekitar pukul 19.00 WIB, mereka langsung mendekat ke arah mobil yang tengah parkir. Saat pemuda tidak jauh dari mobil yang dicurigai mereka sejak awal, sudah terlihat mobil hitam tersebut bergoyang, padahal waktu itu tidak ada gempa.
Disampaikan Maiky, ketika mereka melakukan penggerebekan dan memaksa pemilik mobil keluar, ternyata apa yang mereka duga sebelumnya benar terjadi. Mereka melihat pemandangan yang tidak layak dilakukan seorang pemuda dan pemudi di luar nikah, apalagi laki-lakinya sudah punya istri dan perempuan sudah punya suami.
Saat penangkapan sang laki-laki sempat berkilah-kilah, melakukan perlawanan. Tapi yang namanya pemuda yang ingin kampungnya bersih dari maksiat, mereka juga memberikan perlawanan, hingga pelaku dibawa ke kantor pemuda setempat. Di sana sempat dibuat surat pernyataan dan berbagai hal, yang kini di tangan para pemuda tersebut.
Juga dikatakannya, kepada pemuda Ketaping pelaku mengatakan nama yang sebenarnya Jendri, salah saorang oknum anggota DPRD Pasbar. Sedangkan yang perempuannya mengaku bernama Wis, berasal dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Setelah pelaku membuat surat pernyataan, baru mereka diperbolehkan keluar dari kerumunan pemuda Ketaping tersebut.
Ia dan kawan-kawannya yang mengikuti aksi tersebut, telah mengantongi berang bukti perbuatan pelaku, di antaranya, berupa cairan yang sudah bertebaran di dalam mobil, serta sejumlah foto-foto saat penggerebekan, dengan kondisi busana di luar kewajaran.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Pasbar, Ir.H.M. Suardi Hasibuan, MM, saat dihubungi Singgalang, melalui selulernya, mengaku pernah dihubungi Jendri, dan menyampaikan situasi yang dialaminya di Ketaping.
“Ia menyampaikan kepada saya kejadiannya masih sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Ternyata di lokasi itu tidak dibolehkan parkir lewat pukul 17.00 WIB, makanya saya ditangkap pemuda Ketaping,” katanya H. Suardi Hasibuan, mengulangi penjelasan Jendri kepadanya.
Sebagai anggota DPRD Pasbar, hingga sekarang ia dan kawan-kawannya belum mengetahui dengan jelas kronologis penangkapan tersebut. Sebab keterangan Jendri, berlainan dengan informasi yang mereka peroleh.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasbar, Lili Syukri, Dj. SP, mengatakan bakal membahas persoalan itu di lingkungan BK. Selanjutnya akan melihat secara detail apa sebenarnya yang terjadi pada Jendri, sehingga semua bisa jelas dan terang.
Kalau memang terbukti telah melakukan pelanggaran, sebagai anggota dewan ia akan menindaklanjutinya. Apalagi yang berkaitan dengan prilaku tidak terpuji. “Tidak tertutup kemungkinan kita akan berangkat ke Ketaping dan bertemu dengan ketua pemudanya, sehingga memudahkan pembahasannya nanti,” kata Ketua Fraksi PKS itu.
Saat dihubungi Singgalang melalui selulernya Jendri, mengaku ditegur pemuda Ketaping saat perkir di simpang masuk BIM, Sabtu itu. Namun dirinya membantah telah melakukan sesuatu perbuatan yang melanggar aturan dan norma-norma.
Dikatakannya, ia memang benar bersama seorang wanita kawan lamanya saat kuliah. Kawan perempuannya itu menumpang ke Padang dengannya, karena ia akan melakukan perjalanan ke Pekanbaru.
Sesampai di simpang masuk ke BIM, ia diditemui sejumlah pemuda setempat. Supaya tidak terjadi berbagai hal, ia dan para pemuda tersebut langsung berbicara di Kantor Pemuda Ketaping, dan membuat surat pernyataan. “Semuanya sudah diselesaikan ndak ada masalah lagi sekarang,” kata Jendri. (ams/nep/fat)

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar