Featured Video

Sabtu, 26 Januari 2013

Kerugian Amuk Massa Sumbawa Rp15 Miliar





Ratusan pengungsi masih menempati tiga lokasi pengungsian pascaamuk massa yang menyebabkan sebanyak 478  rumah, toko, lokasi usaha dan lokasi ibadah dirusak dan dibakar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari lalu.

      
Para pengungsi antara lain sebanyak 870 jiwa berada  di Kodim, sekitar 600 jiwa di Kompi dan sekitar 200 orang diamankan di Polres Sumbawa Besar. Namun sebagian diantaranya sudah pulang ke rumah masing-masing,  baik mereka yang di dalam kota maupun yang domisili di wilayah kecamatan seperti,  warga yang berasal dari desa Wonogiri, dan Desa Satoe Berang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa.
     
Kepala Sub Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Rudi Yulianto kepada Media Indonesia Sabtu (26/01) mengatakan, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing sejak jumat lalu, “Mereka tidak dilepas begitu saja tetapi dalam pengamana aparat,” kata Rudi.
    
Pada Sabtu (26/1), siang Ketua PMI, Jusuf Kalla dan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhamadiyah, Din Syamsuddin datang berkunjung ke tenda-tenda lokasi pengungsian untuk memberikan semangat kepada pengungsi. Di antara rombongan juga nampak Efendi Gozali hadir pada kesempatan tersebut, “Saya turut prihatin atas kejadian ini,” tandas Jusuf Kalla pada kesempatan dialog dengan para pengungsi.
    
Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik mengatakan dari 478 fasilitas rumah dan ruko serta harta benda lainnya yang rusak dan dibakar massa total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp15 Miliar. Jamaluddin sangat menyesalkan munculnya kejadian tersebut karena dapat berdampak cukup luas terhadap pekembangan Sumbawa. Dia mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga dan memelihara situasi yang mulai kondusif.
    
Sedangkan puluhan orang yang ditahan dan diperiksa di Polres Sumbawa, sejumlah 33 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan dan penjarahan, “Bupati meminta supaya dilakukan tindakan tegas terhadap para pelaku,” ujar Rudi.
    
Di sejumlah lokasi warga setempat sejak dua malam lalu justru melakukan pengamanan terhadap sejumlah rumah, kios maupun ruko yang lolos dari aksi pengrusakan maupun yang sudah terlanjur dibakar.

Lokasi yang dijaga warga dari aksi pengrusakan susulan maupun penjarahan antara lain, di Jl Gratama dekat kantor Bupati Sumbawa, di Kebayan serta
di beberapa lokasi lainnya,”Warga setempat sendiri yang menjaganya,” ujar Rudi. 

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar