Featured Video

Selasa, 07 Mei 2013

Facebook Bisa Bikin Gila


Facebook Bisa Bikin Gila  
Michael Goodwin, Partner Senior dari HTC, ,memamerkan telepon selular HTC pertama dengan tampilan depan Facebook di kantor pusat Facebook di Menlo Park, California, Kamis (4/4). Facebook mengatakan bahwa mereka tidak membuat telepon atau sistem operasi. Namun, Facebook memperkenalkan pengalaman baru bagi telepon Android. Ide dari service "Home" ini untuk membawa konten ke pengguna, tanpa mengharuskan mereka membuka aplikasi terlebih dahulu. AP/Marcio Jose Sanchez
Tel Aviv - Facebook bisa mendorong manusia kepada penyakit kejiwaan. Kedekatan virtual menciptakan ketergantungan Internet dan khayalan. Peneliti kesehatan dari Sackler Faculty of Medicine, Tel Aviv University, Israel, Uri Nitzan, menemukan kelainan jiwa pada pasien yang melek Internet.

Studi yang ia lakukan menemukan kaitan antara kegilaan dan komunikasi via Internet
. "Sakit jiwa menyebar bersama meluasnya jaringan Internet," ujar dia.

Dalam laporan penelitian yang diterbitkan dalam Israel Journal of Psychiatry and Related Sciences, ia menggali kasus penyakit jiwa yang dialami tiga pasien. Ketiga orang itu menderita kesepian sehingga mencari pelipur lara dari hubungan virtual.

Pada awalnya hubungan maya berjalan positif. Namun, perjalanan waktu membawa hubungan tersebut pada rasa disakiti, dikhianati, bahkan pelanggaran privasi. "Akhirnya pasien menderita oleh rasa kesepian dan kerapuhan akibat terpisah dari orang yang disayangi secara virtual," kata dia.

Perasaan rapuh ini berefek pada gejala kegilaan berupa sering berkhayal, gelisah, bingung, dan keranjingan komunikasi lewat komputer. Dua pasien bahkan berkhayal teman virtual benar-benar memeluknya dari monitor di ujung sana.

Menurut Nitzan, Internet meniadakan halangan ruang sehingga pengguna cenderung mengidealisasikan teman berkomunikasi. Keintiman pun terjalin meski keduanya tak pernah bersua wajah. Karena kasus ini bisa terjadi pada semua orang yang terpapar Internet, ia menganjurkan para ahli kesehatan jiwa turut menelusuri pengaruh Internet pada pasien-pasien yang ditangani. "Ketika bertanya soal kehidupan sosial, tanyakan pula perilaku pemakaian Facebook dan jejaring sosial lainnya," ujar dia.

Nitzan mengklaim berhasil menangani pasiennya. Semuanya bisa hidup normal setelah perawatan yang benar.

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar